LOKERSEMARANG.CO.ID – Dunia teknologi sedang menyaksikan pergeseran paradigma yang cukup unik di kalangan anak muda. Generasi Z atau Gen Z, yang selama ini dikenal sebagai “digital native”, justru mulai menunjukkan gejala kejenuhan terhadap kecanggihan ponsel pintar. Alih-alih mengejar spesifikasi kamera terbaru atau layar lipat, banyak dari mereka yang kini justru melirik perangkat dari masa lalu.
Fenomena ini bukan sekadar upaya mencari gaya hidup estetik atau retro. Ada alasan psikologis dan sosiologis yang mendalam di balik keputusan mereka untuk “turun kasta” dalam hal teknologi. Gelombang kepindahan ini menandai sebuah era baru di mana ketenangan pikiran mulai dihargai lebih tinggi daripada konektivitas tanpa batas.
Kebangkitan Perangkat Tanpa Algoritma
Salah satu gadget yang kembali naik daun adalah pemutar musik legendaris, iPod. Nama iPod tiba-tiba mencuat kembali di permukaan saat banyak anak muda merasa lelah dengan sistem langganan musik digital yang terus-menerus memberikan rekomendasi berdasarkan algoritma. Menggunakan iPod memberikan sensasi kontrol penuh atas apa yang ingin mereka dengarkan tanpa intervensi data.
Keunggulan iPod yang paling dicari saat ini adalah ketiadaan koneksi Wi-Fi dan notifikasi. Di perangkat ini, pengguna tidak akan diganggu oleh pesan teks masuk, notifikasi Instagram, atau iklan yang muncul di tengah lagu. iPod menawarkan pengalaman mendengarkan musik yang murni, seolah-olah menjadi “obat penenang” di tengah hiruk-pikuk dunia maya yang tidak pernah tidur.
Dampak Kesehatan Mental dan Kelelahan Digital
Keputusan untuk meninggalkan smartphone berakar dari meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental. Banyak anggota Gen Z merasa bahwa ponsel pintar telah menjadi sumber kecemasan utama. Notifikasi yang masuk setiap menit dan tekanan untuk selalu tampil sempurna di media sosial menciptakan beban mental yang berat.
Dengan beralih ke perangkat retro atau “dumb phone”, mereka secara sadar membatasi paparan terhadap konten negatif dan perbandingan sosial. Tanpa akses ke TikTok atau Instagram di genggaman, mereka memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati momen nyata, seperti berbincang tatap muka atau sekadar duduk santai tanpa distraksi layar.
Nostalgia yang Membawa Ketenangan
Selain iPod, tren penggunaan ponsel jadul atau feature phone juga kian masif. Bagi Gen Z, memegang ponsel dengan tombol fisik memberikan rasa nostalgia yang menyenangkan, meski mereka mungkin tidak benar-benar mengalami masa kejayaan ponsel tersebut. Ada kepuasan tersendiri saat harus memindahkan lagu secara manual dari komputer atau membakar CD ke iTunes.
Proses yang lebih lambat ini justru dianggap sebagai kemewahan. Di era di mana segalanya serba instan, melakukan sesuatu dengan sedikit usaha ekstra memberikan pengalaman yang lebih berkesan. Mereka tidak ingin selalu “terhubung” dengan internet; mereka ingin terhubung dengan diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar.
Kualitas Perangkat Khusus vs Ponsel Serba Bisa
Banyak pengguna gadget retro yang menyadari bahwa perangkat yang dibuat khusus untuk satu fungsi seringkali memiliki kualitas yang lebih baik. Pemutar musik seperti iPod klasik dirancang khusus untuk audio, yang bagi banyak orang memberikan suara yang lebih jernih dan mendalam dibandingkan audio dari smartphone modern yang multitasking.
Selain itu, ketahanan baterai perangkat retro seringkali jauh lebih unggul karena tidak ada aplikasi latar belakang yang menguras daya. Ini memberikan kemandirian bagi penggunanya untuk bepergian tanpa harus selalu mencari stopkontak atau membawa power bank ke mana pun mereka pergi.
Menuju Keseimbangan Hidup di Era Digital
Tren ini bukan berarti Gen Z akan membuang smartphone mereka selamanya. Sebagian besar masih menggunakannya untuk urusan pekerjaan atau pendidikan yang memang membutuhkan konektivitas tinggi. Namun, penggunaan gadget retro merupakan bentuk perlawanan kecil terhadap dominasi teknologi dalam kehidupan pribadi mereka.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sebagian generasi muda mulai mencari keseimbangan. Mereka mulai belajar untuk menggunakan teknologi seperlunya dan menetapkan batasan yang jelas agar kehidupan maya tidak menguasai kehidupan nyata. Perangkat lama mungkin tertinggal secara fitur, namun dalam hal memberikan ketenangan, mereka adalah juaranya.