LOKERSEMARANG.CO.ID – Setelah bertahun-tahun terjebak dalam siklus pembelian pemain bintang dengan harga selangit namun minim kontribusi, Manchester United tampaknya mulai menemukan kompas yang benar. Di bawah kendali struktur olahraga baru yang dipimpin oleh INEOS, kebijakan transfer Setan Merah menunjukkan pergeseran paradigma yang signifikan. Tidak ada lagi pengejaran nama besar demi kepentingan pemasaran semata; kini, setiap nama yang muncul di radar transfer memiliki landasan taktis yang kuat.
Nama-nama seperti Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, hingga penyerang muda berbakat Benjamin Sesko menjadi bukti nyata bahwa departemen rekrutmen United mulai bekerja dengan data dan visi yang jelas. Langkah ini seolah menjadi jawaban atas kritik tajam fans yang jenuh melihat uang klub dihamburkan untuk pemain yang tidak cocok dengan skema pelatih.
Pergeseran Fokus ke Pemain “Ready to Use” di Liga Inggris
Salah satu perubahan paling mencolok adalah ketertarikan United pada pemain yang sudah teruji di kerasnya persaingan Premier League. Matheus Cunha dari Wolverhampton Wanderers dan Bryan Mbeumo dari Brentford adalah dua contoh utama. Keduanya bukan sekadar pemain berbakat, tetapi mereka memiliki atribut fisik dan mental yang sudah beradaptasi dengan kecepatan sepak bola Inggris.
Matheus Cunha menawarkan fleksibilitas yang jarang dimiliki penyerang United saat ini. Ia mampu bermain sebagai penyerang lubang, pemain sayap, maupun penyerang utama. Sementara itu, Bryan Mbeumo telah bertransformasi menjadi salah satu sayap kanan paling mematikan di liga. Ketertarikan pada pemain dari klub papan tengah ini menunjukkan bahwa United kini lebih memprioritaskan fungsi daripada prestise merek.
Proyek Masa Depan bersama Benjamin Sesko
Selain mengincar pemain yang sudah matang di liga domestik, Manchester United juga tidak melupakan investasi jangka panjang. Nama Benjamin Sesko dari RB Leipzig terus dikaitkan dengan kepindahan ke Old Trafford. Penyerang asal Slovenia ini dipandang sebagai profil ideal untuk memimpin lini depan United dalam satu dekade ke depan.
Sesko memiliki kombinasi fisik yang menjulang namun tetap memiliki kecepatan dan teknik olah bola yang mumpuni. Dalam skema modern yang menuntut penyerang untuk terlibat aktif dalam tekanan (pressing), Sesko adalah kepingan puzzle yang hilang. Rekrutmen seperti ini menandakan bahwa United mulai berani bersaing memperebutkan talenta muda terbaik Eropa sebelum harga mereka menjadi tidak masuk akal atau sebelum mereka jatuh ke tangan rival.
Peran Vital INEOS dan Visi Pelatih
Perubahan arah rekrutmen ini tidak lepas dari peran Sir Jim Ratcliffe dan tim INEOS yang merombak total departemen olahraga klub. Kehadiran sosok-sosok seperti Dan Ashworth di jajaran manajemen memberikan dampak instan pada cara klub mengidentifikasi target. Mereka kini lebih fokus pada profil pemain yang sesuai dengan identitas taktis yang ingin dibangun oleh pelatih.
Ditambah lagi dengan kehadiran Michael Carrick sebagai pelatih anyar, United kini memiliki cetak biru yang jelas. Setiap pemain yang diincar harus mampu menjalankan sistem formasi tiga bek atau pola dinamis yang diusung pelatih. Sinergi antara manajemen dan pelatih dalam menentukan target transfer adalah sesuatu yang sangat langka ditemukan di era kepemimpinan sebelumnya.
Mengakhiri Budaya Pembelian Panik
Selama satu dekade terakhir, Manchester United sering kali melakukan “panic buying” di akhir bursa transfer. Pemain-pemain tua dengan gaji selangit didatangkan hanya untuk menambal lubang sementara. Namun, daftar target transfer tahun 2026 ini menunjukkan ketenangan. Klub lebih memilih menunggu pemain yang benar-benar tepat daripada memaksakan membeli pemain mahal yang hanya akan membebani neraca keuangan.
Keseimbangan antara pemain berpengalaman di Premier League dan talenta muda berbakat Eropa menciptakan kedalaman skuad yang lebih sehat. Hal ini juga memberikan sinyal kepada para pemain di akademi bahwa klub memiliki standar tinggi namun tetap memiliki rencana yang terukur untuk berkembang bersama.
Tantangan dan Harapan di Bursa Transfer Mendatang
Tentu saja, mengincar pemain berkualitas berarti harus siap bersaing dengan klub elit lainnya. Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo pasti akan dipagari dengan harga tinggi oleh klub masing-masing, sementara Benjamin Sesko menjadi rebutan banyak klub besar Eropa. Namun, dengan struktur baru yang lebih profesional, Manchester United kini memiliki daya tawar yang lebih kuat dalam negosiasi.
Kesuksesan rekrutmen ini nantinya tidak akan diukur dari seberapa banyak jersey yang terjual, melainkan dari seberapa besar dampak yang diberikan para pemain ini di atas lapangan hijau. Jika target-target ini berhasil didatangkan dan diintegrasikan dengan baik, bukan tidak mungkin kejayaan yang dirindukan publik Old Trafford akan segera kembali.
Stabilitas di luar lapangan melalui rekrutmen yang tepat adalah fondasi utama bagi setiap klub besar untuk meraih trofi. Manchester United kini telah mengambil langkah pertama yang benar, dan musim 2026 diprediksi akan menjadi titik balik penting dalam sejarah modern klub ini.