LOKERSEMARANG.CO.ID – Kabar positif menyelimuti dunia sepak bola Indonesia pada awal tahun 2026.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) baru saja merilis pembaruan data untuk Ranking Kompetisi Klub Asia. Dalam laporan terbarunya, Indonesia berhasil mencatatkan kenaikan posisi yang cukup signifikan dengan melampaui peringkat kompetisi liga milik tetangga, Kamboja.
Pencapaian ini menjadi indikator penting bahwa performa klub-klub Indonesia di kancah internasional mulai menunjukkan konsistensi. Meskipun perjalanan menuju papan atas Asia masih panjang, keberhasilan menggeser Kamboja memberikan sinyal bahwa perbaikan tata kelola kompetisi domestik dan prestasi klub di level kontinental mulai membuahkan hasil dalam bentuk angka koefisien.
Memahami Mekanisme Perhitungan Ranking AFC
Ranking Kompetisi Klub AFC bukan sekadar angka statistik biasa. Peringkat ini ditentukan berdasarkan performa seluruh klub dari sebuah negara yang berpartisipasi di kompetisi antarklub Asia, seperti AFC Champions League Elite, AFC Champions League Two, dan AFC Challenge League selama empat tahun terakhir.
Sistem poin yang diterapkan sangat bergantung pada hasil pertandingan, mulai dari fase grup hingga babak gugur. Setiap kemenangan dan hasil imbang yang diraih oleh wakil sebuah negara akan dikonversi menjadi poin koefisien. Poin-poin inilah yang kemudian diakumulasi untuk menentukan posisi akhir sebuah negara dalam piramida sepak bola Asia.
Peningkatan peringkat Indonesia kali ini didorong oleh hasil yang cukup stabil dari para wakilnya di kompetisi musim lalu. Konsistensi dalam meraih poin, meskipun belum mencapai babak final, terbukti mampu mengamankan posisi Indonesia agar tetap kompetitif di wilayah Asia Tenggara maupun zona Timur Asia secara keseluruhan.
Perbandingan Kekuatan dengan Kamboja dan Rival ASEAN
Sebelum pembaruan ini dirilis, Kamboja sempat berada di atas Indonesia berkat performa mengejutkan dari klub-klub mereka di ajang kasta ketiga Asia. Namun, dengan perolehan poin terbaru, Indonesia kini menempati posisi yang lebih baik. Pergeseran ini sekaligus menegaskan dominasi tradisional Indonesia yang sempat meredup di beberapa tahun sebelumnya.
Di lingkup Asia Tenggara, persaingan memang semakin ketat. Thailand dan Vietnam masih menjadi kiblat utama dengan posisi ranking yang jauh lebih tinggi berkat partisipasi rutin klub mereka di kasta tertinggi Liga Champions Asia. Namun, keberhasilan melampaui Kamboja menunjukkan bahwa Indonesia sedang berada dalam tren positif untuk memperkecil kesenjangan tersebut.
Bagi Indonesia, ranking ini sangat krusial karena menentukan jatah slot atau kuota partisipasi klub di musim-musim mendatang. Semakin tinggi peringkat sebuah negara, semakin besar peluang klub-klubnya untuk langsung masuk ke fase grup tanpa harus melalui babak kualifikasi yang melelahkan.
Dampak Nyata bagi Jatah Klub Liga 1
Peningkatan posisi ini membawa harapan baru bagi para kontestan Liga 1. Dengan naik ke peringkat yang lebih baik, Indonesia memiliki peluang untuk mengamankan lebih banyak kursi di kompetisi AFC Champions League Two atau bahkan kembali mendapatkan slot di kasta tertinggi jika tren kenaikan ini terus berlanjut secara konsisten dalam dua musim ke depan.
Kenaikan peringkat ini juga menjadi motivasi ekstra bagi klub-klub lokal untuk tidak hanya sekadar “numpang lewat” saat mewakili negara di luar negeri. Setiap gol dan kemenangan kini dirasakan manfaatnya secara kolektif oleh seluruh ekosistem sepak bola nasional. Kesadaran akan pentingnya poin koefisien ini diharapkan membuat klub-klub lebih serius dalam mempersiapkan skuad saat berlaga di level Asia.
Selain itu, peringkat yang lebih baik meningkatkan nilai jual kompetisi domestik di mata sponsor dan calon pemain asing berkualitas. Pemain kelas dunia cenderung memilih bermain di liga yang memiliki pengakuan resmi dan prestise tinggi dalam sistem peringkat konfederasi.
Tantangan Mempertahankan Tren Positif
Meski berhasil menggeser Kamboja, Indonesia tidak boleh berpuas diri. Tantangan terbesar adalah menjaga stabilitas performa. Masalah jadwal kompetisi domestik yang sering bertabrakan dengan agenda internasional dan kesiapan infrastruktur stadion masih menjadi pekerjaan rumah bagi PSSI dan operator liga.
Ke depan, koordinasi yang lebih baik antara federasi dan klub menjadi kunci utama. Klub-klub perwakilan Indonesia perlu mendapatkan dukungan maksimal, baik dari sisi regulasi pemain maupun penyesuaian jadwal pertandingan domestik, agar mereka bisa tampil dengan stamina penuh di ajang AFC.
Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin Indonesia akan segera membuntuti posisi Malaysia atau Filipina dalam waktu dekat. Perjalanan menuju 10 besar Asia memang berat, namun keberhasilan menyalip Kamboja adalah langkah awal yang solid untuk membuktikan bahwa sepak bola Indonesia sedang bergerak ke arah yang benar.
Keberhasilan ini adalah kemenangan bagi semua pihak, mulai dari pemain, pelatih, hingga suporter yang terus memberikan dukungan. Kini, beban pembuktian berada di tangan para wakil Indonesia di kompetisi Asia mendatang untuk terus mendulang poin dan mengerek posisi Indonesia lebih tinggi lagi di kancah benua kuning.