Tonggak Sejarah Baru: Rob Jetten Resmi Dilantik sebagai Perdana Menteri Termuda Belanda

LOKERSEMARANG.CO.ID – Belanda baru saja memasuki babak baru dalam sejarah politiknya. Rob Jetten, politisi progresif dari partai Demokraten 66 (D66), secara resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Belanda pada Februari 2026.

Pelantikan ini menarik perhatian dunia internasional bukan hanya karena pergeseran arah kebijakan, tetapi juga karena usia Jetten yang baru menginjak 39 tahun, menjadikannya pemimpin termuda yang pernah menduduki jabatan tersebut di Negeri Kincir Angin.

Kehadiran Jetten di Binnenhof menjadi pusat politik Belanda di Den Haag yang menandai berakhirnya dominasi panjang era sebelumnya. Dengan gaya kepemimpinan yang energetik dan komunikatif, Jetten diharapkan mampu memberikan napas baru bagi birokrasi Belanda yang sedang menghadapi tantangan kompleks, mulai dari krisis perumahan hingga target ambisius transisi energi.


Perjalanan Politik Sang “Climate Minister”

Sebelum mencapai kursi nomor satu, Rob Jetten telah membangun reputasi yang solid di panggung politik domestik. Ia mulai dikenal luas saat menjabat sebagai pemimpin fraksi D66 di parlemen pada usia yang sangat muda. Namun, titik balik kariernya terjadi saat ia dipercaya menjadi Menteri Iklim dan Energi dalam kabinet sebelumnya.

Selama menjabat sebagai menteri, Jetten dikenal sangat vokal dalam mendorong kebijakan ramah lingkungan. Ia tidak ragu mengambil keputusan sulit demi ambisi Belanda mencapai netralitas karbon. Ketegasannya dalam menangani isu-isu lingkungan inilah yang kemudian membuatnya mendapat julukan dari media dan lawan politiknya, namun di sisi lain, hal itu juga yang membangun basis dukungan kuat di kalangan pemilih muda dan progresif.


Proses Koalisi yang Alot dan Kemenangan D66

Naiknya Jetten ke tampuk kekuasaan bukanlah jalan tol yang mulus. Setelah pemilu yang cukup ketat, proses pembentukan koalisi di Belanda memakan waktu berbulan-bulan. Politik Belanda yang sangat terfragmentasi memaksa D66 untuk bernegosiasi panjang dengan partai-partai lain guna menyamakan visi dalam sebuah dokumen kesepakatan koalisi.

Kesuksesan Jetten memimpin tim negosiasi menunjukkan kematangannya dalam berdiplomasi. Ia berhasil meyakinkan mitra koalisinya bahwa stabilitas nasional hanya bisa dicapai dengan kombinasi antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial. Struktur pemerintahan baru ini mencerminkan keseimbangan antara kebijakan pasar bebas dengan perlindungan sosial yang kuat bagi warga Belanda.


Visi Besar: Belanda yang Lebih Hijau dan Inklusif

Dalam pidato pelantikannya, Jetten menekankan bahwa prioritas utamanya adalah mengatasi krisis iklim secara nyata sekaligus memastikan ekonomi tetap kompetitif. Ia membawa visi “Belanda Masa Depan” yang sangat mengandalkan inovasi teknologi. Bagi Jetten, transisi energi bukan sekadar beban lingkungan, melainkan peluang ekonomi baru bagi perusahaan-perusahaan rintisan (startup) di Belanda.

Selain isu iklim, Jetten menghadapi pekerjaan rumah besar terkait krisis hunian yang kian menjepit generasi muda Belanda. Harga properti yang tidak terjangkau dan kelangkaan lahan menjadi isu sensitif yang dijanjikan akan diselesaikan melalui reformasi regulasi pembangunan dan insentif perumahan rakyat.


Menghadapi Tantangan Geopolitik Eropa

Sebagai Perdana Menteri termuda, Jetten juga memikul tanggung jawab besar di tingkat Uni Eropa. Belanda secara tradisional merupakan salah satu suara paling berpengaruh di blok tersebut setelah Jerman dan Prancis. Jetten diharapkan mampu menjaga peran strategis Belanda dalam menjaga stabilitas kawasan, terutama dalam isu-isu keamanan dan kebijakan fiskal bersama.

Para pengamat memprediksi bahwa di bawah kepemimpinan Jetten, Belanda akan menjadi lebih pro-Eropa. Ia kemungkinan besar akan mendukung integrasi yang lebih dalam, terutama dalam hal kebijakan pertahanan kolektif dan kerja sama teknologi lintas batas. Meski demikian, ia tetap dituntut untuk menjaga kepentingan nasional, terutama terkait kontribusi anggaran Belanda ke Uni Eropa yang sering menjadi perdebatan hangat di parlemen.


Optimisme di Tengah Keraguan

Tentu saja, usia muda Jetten tidak lepas dari kritik. Beberapa pihak meragukan pengalamannya dalam menghadapi krisis berskala besar. Namun, pendukung Jetten berpendapat bahwa sudut pandang baru dan energi yang ia bawa adalah apa yang dibutuhkan Belanda untuk keluar dari kedaerahan politik yang statis.

Kemampuan Jetten untuk merangkul berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok yang skeptis terhadap kebijakan iklim, akan menjadi kunci keberhasilannya. Jika ia mampu membuktikan bahwa kebijakan progresifnya bisa berjalan beriringan dengan kesejahteraan ekonomi, maka Rob Jetten tidak hanya akan diingat sebagai PM termuda karena usianya, tetapi juga karena warisan transformasinya bagi Belanda.

Leave a Comment