LOKERSEMARANG.CO.ID – Manchester United dikenal sebagai klub global yang merangkul keberagaman budaya dan keyakinan di dalam ruang gantinya.
Memasuki musim 2025/2026, kehadiran pemain MU yang beragama Islam menjadi warna tersendiri yang memperkaya dinamika tim asuhan pelatih di Carrington. Bagi para pendukung Setan Merah, khususnya di Indonesia, profil para pemain Muslim ini selalu menarik untuk disimak karena dedikasi mereka dalam menyeimbangkan karier profesional dan ibadah.
Klub yang bermarkas di Old Trafford ini juga semakin inklusif dengan menyediakan fasilitas ibadah yang memadai bagi staf dan pemain. Keberadaan pemain MU yang beragama Islam tidak hanya sekadar pelengkap skuad, tetapi banyak di antara mereka yang menjadi pilar penting dalam skema permainan tim. Berikut adalah profil beberapa penggawa Muslim yang saat ini membela panji The Red Devils.
Bintang Muslim di Skuad Manchester United Saat Ini
Beberapa nama besar dalam skuad utama Manchester United diketahui publik sebagai penganut agama Islam yang taat. Mereka seringkali terlihat menjalankan ibadah, termasuk saat memasuki bulan suci Ramadan yang pada tahun 2026 ini kembali menjadi tantangan fisik sekaligus spiritual di tengah kompetisi yang padat.
1. Amad Diallo: Winger Religius yang Fasih Al-Quran
Amad Diallo menjadi salah satu pemain MU yang beragama Islam paling menonjol musim ini. Pemain asal Pantai Gading tersebut dikenal sangat religius dan sering mengungkapkan bahwa kekuatannya di lapangan berasal dari doa dan lantunan ayat suci Al-Quran. Dalam sebuah wawancara terbaru pada Februari 2026, Amad mengaku lebih suka mendengarkan audio Al-Quran untuk menenangkan diri sebelum pertandingan dibandingkan mendengarkan musik.
2. Noussair Mazraoui: Bek Tangguh asal Maroko
Sejak bergabung dengan Setan Merah, Noussair Mazraoui langsung mencuri perhatian sebagai bek kanan yang disiplin. Pemain berkebangsaan Maroko ini adalah seorang Muslim yang taat dan pernah menyatakan bahwa keyakinannya adalah prioritas nomor satu dalam hidup. Kehadirannya menambah daftar panjang pemain MU yang beragama Islam yang memiliki integritas tinggi baik di dalam maupun di luar lapangan hijau.
3. Altay Bayındır: Penjaga Gawang yang Disiplin
Di sektor penjaga gawang, Altay Bayındır menjadi representasi Muslim asal Turki di skuad Manchester United. Meskipun sering menjadi pilihan pelapis, profesionalisme Altay dalam berlatih tetap terjaga meski harus menjalankan ibadah puasa. Ia menjadi bagian dari harmoni keberagaman di ruang ganti yang saling menghormati prinsip keagamaan masing-masing individu.
Tradisi Ramadan dan Fasilitas Ibadah di Carrington
Manchester United terus bertransformasi menjadi klub yang sangat menghargai privasi dan kebutuhan spiritual para atletnya. Untuk mendukung para pemain MU yang beragama Islam, manajemen klub telah menyediakan ruang doa khusus di pusat latihan Carrington. Fasilitas ini memungkinkan para pemain untuk tetap melaksanakan salat lima waktu di sela-sela jadwal latihan yang sangat ketat.
Kebijakan Liga Inggris yang memberlakukan Ramadan Breaks pada musim 2026 juga sangat membantu para pemain Muslim untuk berbuka puasa di tengah pertandingan. Kerja sama antara kapten tim dan wasit dalam mengatur jeda singkat ini menunjukkan betapa tingginya toleransi di kancah sepak bola Britania. Hal ini membuat performa para pemain MU yang beragama Islam tetap kompetitif meski sedang menjalankan kewajiban agama.
Selain itu, komunitas suporter Muslim Manchester United kini semakin berkembang dan sering mengadakan acara buka puasa bersama di area Old Trafford. Fenomena ini membuktikan bahwa identitas sebagai pemain MU yang beragama Islam mendapatkan dukungan luar biasa dari berbagai pihak. Keberagaman ini justru menjadi kekuatan kolektif bagi klub untuk terus bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Simbol Toleransi di Sepak Bola Modern
Kehadiran para pemain Muslim di skuad Manchester United memberikan perspektif positif tentang bagaimana agama dan olahraga dapat berjalan beriringan. Mereka menjadi inspirasi bagi jutaan penggemar bahwa kesuksesan di lapangan hijau tidak harus mengabaikan nilai-nilai spiritualitas. Seiring berjalannya musim 2026, kontribusi mereka diharapkan mampu membawa kembali kejayaan ke “Teater Impian”.