Beli Emas Sekarang Apakah Worth It? Analisis Harga, Keuntungan, dan Risiko di Tahun 2026

LOKERSEMARANG.CO.ID – Di tengah fluktuasi ekonomi global yang kian dinamis, pertanyaan klasik kembali muncul di benak para investor: “Beli emas sekarang apakah worth it?” Bagi sebagian orang, emas dianggap sebagai “pelabuhan aman” (safe haven), sementara bagi yang lain, emas mungkin terlihat sebagai aset yang pergerakannya lambat.

Memasuki tahun 2026, kondisi geopolitik dunia, tingkat inflasi, dan kebijakan suku bunga bank sentral menjadi faktor kunci yang mempengaruhi daya tarik logam mulia. Artikel ini akan mengupas tuntas apakah investasi emas saat ini masih relevan, menguntungkan, atau justru berisiko, berdasarkan data resmi dan analisis pasar terpercaya.


Mengapa Emas Selalu Menjadi Primadona Investasi?

Sebelum menjawab apakah membeli emas saat ini layak, kita perlu memahami fundamentalnya. Emas memiliki karakteristik unik yang tidak dimiliki oleh saham maupun kripto:

  1. Pelindung Nilai (Hedging): Emas secara historis mampu menjaga daya beli manusia. Nilai Rp1.000.000 di tahun 2010 tentu jauh berbeda dengan sekarang, namun 1 gram emas tetaplah 1 gram emas dengan daya tukar yang relatif stabil terhadap barang kebutuhan.

  2. Aset Safe Haven: Saat terjadi perang, krisis ekonomi, atau ketidakstabilan politik, investor cenderung menarik uang mereka dari pasar saham yang berisiko dan memindahkannya ke emas. Inilah yang menyebabkan harga emas sering kali melonjak saat dunia sedang “tidak baik-baik saja.”

  3. Likuiditas Tinggi: Emas adalah aset yang sangat mudah dicairkan. Anda bisa menjualnya di butik resmi (seperti Antam atau Pegadaian), toko emas lokal, hingga platform digital dalam hitungan menit.


Analisis Pasar 2026: Apakah Sekarang Waktu yang Tepat?

Berdasarkan data dari World Gold Council dan tren harga emas global di awal 2026, ada beberapa alasan mengapa membeli emas saat ini bisa dikatakan sangat worth it, namun dengan catatan tertentu.

1. Ancaman Inflasi Global

Meskipun banyak negara berusaha menekan inflasi, biaya hidup terus merangkak naik. Emas bertindak sebagai musuh alami inflasi. Jika Anda membiarkan uang tunai menganggur di tabungan bank dengan bunga rendah, nilai uang Anda perlahan akan tergerus. Memindahkan sebagian aset ke emas adalah langkah defensif yang cerdas.

2. Suku Bunga Bank Sentral

Harga emas memiliki hubungan terbalik dengan suku bunga (seperti The Fed di AS). Jika bank sentral mulai menurunkan atau menahan suku bunga karena pertumbuhan ekonomi yang melambat, emas biasanya akan mengalami reli kenaikan harga. Para analis memprediksi tahun 2026 sebagai periode konsolidasi yang kuat bagi logam mulia.

3. Ketidakpastian Geopolitik

Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, tensi geopolitik di berbagai belahan dunia belum sepenuhnya mereda. Hal ini menciptakan sentimen positif bagi harga emas karena permintaan institusional (bank sentral berbagai negara) untuk menambah cadangan emas mereka terus meningkat.


Keuntungan dan Risiko Beli Emas Sekarang

Untuk menentukan worth it atau tidaknya, Anda harus menimbang kedua sisi mata uang ini:

Keuntungan:

  • Keamanan Psikologis: Anda memiliki kendali fisik atas kekayaan Anda.

  • Diversifikasi Portofolio: Mengurangi risiko kerugian total jika pasar saham atau kripto sedang crash.

  • Tanpa Pajak Berlebih: Pajak emas batangan di Indonesia (PPh 22) relatif kecil dibandingkan pajak penghasilan dari instrumen keuangan lainnya, terutama jika Anda melampirkan NPWP.

Risiko & Kerugian:

  • Selisih Harga (Spread): Ada perbedaan antara harga beli dan harga jual (buyback). Jika Anda membeli hari ini dan menjualnya besok, Anda pasti merugi karena spread yang biasanya berkisar antara 8%–11%.

  • Biaya Penyimpanan: Jika membeli dalam jumlah besar, Anda membutuhkan brankas atau biaya sewa Safe Deposit Box (SDB).

  • Bukan Aset Produktif: Emas tidak menghasilkan dividen atau bunga bulanan seperti saham atau deposito. Keuntungan hanya didapat dari kenaikan harga (capital gain).


Strategi “Worth It” untuk Investor Emas 2026

Membeli emas akan menjadi sangat worth it jika Anda menggunakan strategi yang benar:

  1. Jangka Panjang (Min. 3-5 Tahun): Jangan beli emas untuk biaya sekolah anak bulan depan. Gunakan emas untuk tujuan keuangan jangka panjang seperti DP rumah, dana pensiun, atau biaya haji.

  2. Dollar Cost Averaging (DCA): Jangan menunggu harga “anjlok” karena tidak ada yang tahu pasti kapan titik terendah terjadi. Belilah secara rutin setiap bulan, misalnya 1 gram setiap gajian. Ini akan merata-ratakan harga perolehan Anda.

  3. Pilih Emas Bersertifikat: Pastikan membeli emas batangan dengan sertifikat resmi (Antam/UBS) atau melalui aplikasi digital yang memiliki izin BAPPEBTI agar mudah dijual kembali.


Kesimpulan: Jadi, Apakah Worth It?

Jawabannya adalah: Ya, sangat worth it, asalkan tujuan Anda adalah menjaga kekayaan dan investasi jangka panjang. Emas bukan alat untuk menjadi kaya mendadak dalam semalam, melainkan alat untuk memastikan Anda tidak menjadi miskin saat ekonomi sedang sulit.

Jika Anda memiliki dana menganggur dan ingin mengamankannya dari inflasi 2026, membeli emas sekarang adalah langkah proteksi finansial yang bijak. Ingatlah pepatah kuno para investor: “Waktu terbaik untuk membeli emas adalah 20 tahun yang lalu. Waktu terbaik kedua adalah hari ini.”

Leave a Comment