Waspada Krisis Penyimpanan: Stok Hard Disk Global Menipis dan Harga Diprediksi Melejit

LOKERSEMARANG.CO.ID-Waspada krisis penyimpanan mulai digaungkan oleh para pengamat teknologi seiring dengan laporan bahwa stok hard disk (HDD) global untuk tahun 2026 hampir ludes terjual. Kelangkaan ini dipicu oleh “demam AI” yang membuat perusahaan-perusahaan raksasa teknologi memborong penyimpanan berkapasitas besar untuk menampung data yang digunakan dalam melatih kecerdasan buatan. Western Digital, sebagai salah satu produsen utama, telah mengonfirmasi bahwa pasokan mereka sudah terikat kontrak jangka panjang dengan pelanggan utama, sehingga ketersediaan unit untuk pasar ritel dan konsumen rumahan akan semakin sulit ditemukan di gerai-gerai komputer dalam waktu dekat.

Dampak dari waspada krisis penyimpanan ini mulai terasa dengan kenaikan harga HDD secara bertahap di berbagai platform e-commerce. Selain faktor permintaan AI, penurunan kapasitas produksi akibat peralihan fokus pabrikan ke SSD juga memperparah kondisi pasokan. Para pengguna yang memerlukan penyimpanan massal untuk kebutuhan backup data, server lokal, atau sistem keamanan CCTV diimbau untuk segera mengamankan stok unit mereka sebelum lonjakan harga mencapai puncaknya. Jika tidak segera diantisipasi, biaya operasional digital baik untuk skala personal maupun bisnis bisa membengkak tajam akibat mahalnya komponen penyimpanan fisik yang kini menjadi barang langka.

Situasi pasar yang sulit ini menuntut kita untuk mencari alternatif penyimpanan yang cerdas, seperti yang ditunjukkan oleh tren Solusi PC Rakitan: Vendor China Berani Jual RAM Setengah Harga Saat Pasar Global Krisis dalam menghadapi kendala hardware. Waspada krisis penyimpanan menjadi alarm bagi setiap pengguna data untuk mulai mempertimbangkan penggunaan cloud storage atau teknologi kompresi data yang lebih efisien sebagai langkah darurat. Dengan memahami dinamika rantai pasok global, kita dapat lebih siap menghadapi fluktuasi harga dan memastikan bahwa data-data penting tetap tersimpan dengan aman tanpa harus terbebani oleh biaya perangkat keras yang tidak lagi kompetitif di pasaran dunia saat ini.

Artikel ditulis oleh Mokhamad Abdul Hadi

Leave a Comment