Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Kurang Minum Air Putih Selama 3 Hari?

LOKERSEMARANG.CO.ID – Kebutuhan tubuh akan asupan cairan adalah hal yang tidak bisa ditawar karena sebagian besar komposisi tubuh manusia terdiri dari air. Mengabaikan konsumsi air putih dalam waktu singkat saja sudah bisa mengganggu keseimbangan metabolisme dan fungsi organ vital.

​Jika kamu membiarkan tubuh kekurangan asupan air putih hingga melewati batas 72 jam atau tiga hari, dampaknya bisa sangat fatal. Berikut adalah rangkaian proses yang terjadi pada tubuh saat mengalami dehidrasi berat dalam periode tersebut.

​Fase 24 Jam Pertama: Penurunan Konsentrasi dan Energi

​Pada hari pertama tanpa asupan air putih yang cukup, tubuh mulai menyalakan alarm tanda bahaya melalui rasa haus yang hebat. Otak akan mengirim sinyal agar ginjal menahan lebih banyak air, yang membuat warna urine berubah menjadi kuning pekat.

​Penurunan volume cairan ini secara otomatis memengaruhi aliran darah ke otak, sehingga kamu akan mulai merasa pusing dan sulit fokus. Konsumsi air putih yang minim di hari pertama juga sering kali menyebabkan kelelahan yang luar biasa meski tidak melakukan aktivitas fisik berat.

​Fase 48 Jam: Gangguan Pencernaan dan Kulit Kering

​Memasuki hari kedua, tubuh yang kekurangan air putih akan mulai mengambil cadangan cairan dari jaringan lain untuk menjaga volume darah. Dampak yang paling terasa adalah pada sistem pencernaan, di mana kamu akan mengalami sembelit karena usus besar menyerap sisa air dari kotoran.

​Selain itu, elastisitas kulit akan menurun drastis dan bibir mulai pecah-pecah karena absennya hidrasi dari air putih. Kondisi ini juga memicu bau mulut yang tidak sedap akibat produksi air liur yang berkurang secara signifikan.

​Risiko Infeksi Saluran Kemih

​Tanpa air putih, bakteri di saluran kemih tidak dapat terbilas dengan maksimal melalui urine. Hal ini meningkatkan risiko peradangan dan infeksi yang menyakitkan di area kandung kemih.

​Fase 72 Jam: Risiko Gagal Ginjal dan Penurunan Kognitif

​Hari ketiga adalah fase kritis di mana kekurangan air putih mulai mengancam keselamatan nyawa seseorang. Organ ginjal akan bekerja sangat keras hingga titik kelelahan karena harus menyaring racun tanpa bantuan pelarut cair yang memadai.

​Kekurangan air putih dalam durasi ini dapat memicu terbentuknya batu ginjal atau bahkan gagal ginjal akut secara mendadak. Tekanan darah juga akan turun drastis, menyebabkan detak jantung menjadi tidak beraturan dan napas terasa pendek.

​Delusi dan Halusinasi

​Selain fisik, kesehatan mental juga terancam karena otak yang menyusut akibat dehidrasi berat tanpa air putih. Kamu mungkin akan mengalami disorientasi ruang, kebingungan mental, hingga halusinasi yang membahayakan diri sendiri.

​Pentingnya Menjaga Hidrasi Setiap Hari

​Melihat risiko yang begitu besar, menjamin ketersediaan air putih setiap harinya bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan mendasar. Kamu disarankan untuk minum setidaknya delapan gelas sehari atau menyesuaikan dengan berat badan dan tingkat aktivitas.

​Jangan menunggu rasa haus muncul, karena rasa haus adalah tanda bahwa tubuh sudah mulai mengalami dehidrasi ringan. Pastikan segelas air putih selalu tersedia di dekatmu untuk mencegah komplikasi kesehatan yang tidak diinginkan di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh: Ilham Tiaz Setiawan

Leave a Comment