Singapura Tawarkan 30.000 Paspor Baru per Tahun: Ini Alasan Besarnya

LOKERSEMARANG.CO.ID – Negara Singapura mengumumkan rencana ambisius untuk memberikan kewarganegaraan kepada puluhan ribu warga negara asing setiap tahun selama lima tahun mendatang. Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap tren demografi yang menunjukkan angka kelahiran yang terus menurun di republik itu.

Usulan tersebut disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong dalam pernyataannya di parlemen Singapura, menegaskan tekad pemerintah untuk menjaga stabilitas populasi dan struktur usia masyarakat di tengah perubahan sosial dan ekonomi.

 

Tantangan Demografi yang Dihadapi Singapura

Salah satu faktor utama di balik kebijakan ini adalah penurunan tajam angka kelahiran atau tingkat kesuburan total (total fertility rate/TFR) di Singapura. Angka TFR yang menunjukkan jumlah rata-rata anak per perempuan tercatat 0,87 pada 2025, jauh di bawah tingkat penggantian standar 2,1 yang dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan populasi alami.

Penurunan ini mencerminkan perubahan gaya hidup modern seperti penundaan pernikahan, tingginya biaya hidup, dan pilihan keluarga yang lebih kecil. Tanpa intervensi kebijakan, jumlah warga negara Singapura diperkirakan akan mulai menyusut pada awal tahun 2040-an.

Kondisi ini bukan hanya soal angka populasi yang menua lebih cepat dari negara lain berarti akan ada lebih sedikit masyarakat usia kerja untuk menopang kebutuhan sosial, ekonomi, dan pertumbuhan negara jangka panjang.

 

Rencana Penerimaan Warga Negara Baru

Pemerintah berencana memberi dukungan kewarganegaraan bagi antara 25.000 hingga 30.000 penduduk asing setiap tahun selama lima tahun mendatang, mulai tahun 2026. Jumlah ini termasuk yang sudah diberikan pada tahun sebelumnya, di mana sekitar 25.000 warga negara baru diterbitkan pada 2025.

Angka pastinya akan disesuaikan berdasarkan sejumlah faktor, termasuk dinamika demografi dan kemampuan negara untuk menyerap masyarakat baru tanpa tekanan berlebihan pada infrastruktur dan layanan publik.

Selain itu, Singapura juga tetap berencana memberikan status permanent resident (PR) kepada sekitar 40.000 orang setiap tahun, yang menjadi jalur penting menuju kewarganegaraan. Jumlah ini meningkat sedikit dibandingkan dengan 35.000 PR yang diterima pada 2025.

 

Mengapa Singapura Membuka Jalan Naturalisasi?

Strategi ini bukan semata-mata menawarkan kewarganegaraan secara luas, tetapi lebih merupakan pengelolaan imigrasi yang terencana untuk menjaga keseimbangan populasi. Pemerintah Singapura menegaskan bahwa mendukung keluarga warga negaranya untuk membentuk keluarga tetap menjadi prioritas utama. Namun, angka kelahiran yang rendah membuat langkah ini menjadi salah satu solusi pelengkap.

Pendekatan ini juga mempertimbangkan integrasi sosial, kohesi, dan kapasitas infrastruktur agar masuknya warga baru tidak mengganggu kualitas hidup yang tinggi, yang menjadi ciri khas Singapura selama bertahun-tahun.

 

Implikasi bagi Warga Asing dan Ekonomi

Rencana tersebut memberikan tahu bahwa kesempatan naturalisasi bagi warga asing bukanlah tanpa syarat. Meski targetnya besar, pemerintah tetap akan menilai calon warga negara berdasarkan kriteria yang sesuai termasuk kontribusi ekonomi, integrasi sosial, dan kapasitas untuk berpartisipasi dalam kehidupan bernegara di Singapura.

Selain kebutuhan untuk menstabilkan populasi, strategi ini juga membantu mengakomodasi kebutuhan pasar tenaga kerja, terutama di sektor-sektor yang membutuhkan keterampilan tinggi dan pekerja produktif dari luar negeri.

 

Apa Selanjutnya?

Kebijakan ini dirancang untuk ditinjau kembali pada tahun 2030, seiring perubahan tingkat kesuburan dan tren demografis yang terus berkembang. Pemerintah akan menyesuaikan rencana mereka berdasarkan hasil evaluasi tersebut.

Dengan langkah ini, Singapura menunjukkan bahwa strategi demografis modern harus fleksibel dan mencakup imigrasi yang dikelola, bukan hanya kebijakan internal seperti insentif keluarga. Ini menjadi cerminan tantangan banyak negara maju lainnya yang juga menghadapi fenomena serupa.

Leave a Comment