LOKERSEMARANG.CO.ID-Solusi PC rakitan kini datang dari Tiongkok seiring dengan langkah berani vendor-vendor China yang menjual modul memori RAM dengan harga sangat miring di tengah lonjakan harga global. Ketika produsen besar seperti Samsung dan Micron mulai menaikkan harga akibat tingginya permintaan untuk kebutuhan server AI, perusahaan seperti ChangXin Memory Technologies (CXMT) justru menawarkan RAM DDR4 dan DDR5 dengan harga hampir setengah dari standar pasar internasional. Strategi agresif ini bertujuan untuk mendominasi pasar domestik sekaligus melakukan penetrasi ke pasar global bagi pengguna yang mendambakan performa mumpuni namun terkendala anggaran terbatas di tahun 2026.
Munculnya solusi PC rakitan berbasis hardware ekonomis ini memberikan harapan baru bagi komunitas perakit komputer di seluruh dunia. Meskipun banyak pihak yang mempertanyakan efisiensi daya dibandingkan kompetitor global, RAM buatan vendor China ini terbukti stabil untuk penggunaan harian dan gaming menengah. Langkah ini juga memaksa persaingan pasar menjadi lebih kompetitif, sehingga harga komponen memori diharapkan tidak terus melambung liar. Bagi konsumen, ketersediaan opsi murah ini adalah penyelamat di tengah krisis semikonduktor yang sempat membuat biaya membangun sebuah komputer menjadi tidak masuk akal bagi sebagian besar orang.
Memilih komponen memori yang tepat memerlukan ketelitian ekstra agar tidak mengorbankan keamanan data jangka panjang, sebagaimana kita belajar dari Mengenang Sejarah IBM 3380: Hard Disk 1 GB Pertama yang Beratnya Capai 29 Kilogram mengenai nilai sebuah data. Solusi PC rakitan dengan RAM murah dari China harus tetap dibarengi dengan pengecekan kompatibilitas pada motherboard terbaru. Dengan dukungan teknologi manufaktur yang semakin canggih, produk-produk asal Tiongkok ini diprediksi akan terus berkembang kualitasnya dan menjadi alternatif utama bagi para pengguna yang ingin tetap eksis di dunia digital tanpa harus menguras seluruh tabungan mereka demi beberapa keping memori tambahan.
Artikel ditulis oleh Mokhamad Abdul Hadi