LOKERSEMARANG.CO.ID-Salat tarawih bisa gantikan olahraga menjadi topik yang menarik perhatian banyak orang menjelang bulan suci Ramadan tahun ini. Banyak umat Muslim yang bertanya-tanya apakah aktivitas fisik selama menjalankan ibadah di malam hari tersebut cukup untuk menjaga kebugaran tubuh tanpa perlu melakukan latihan tambahan di pusat kebugaran. Menurut penjelasan medis, gerakan salat yang dilakukan secara berulang, mulai dari berdiri, rukuk, hingga sujud dalam durasi yang cukup lama, memiliki efek yang serupa dengan aktivitas fisik intensitas ringan hingga sedang. Hal ini memberikan angin segar bagi mereka yang memiliki jadwal sangat padat selama bulan puasa namun tetap ingin menjaga kesehatan jantung dan kelenturan otot melalui rutinitas ibadah harian.
Secara fisiologis, anggapan bahwa salat tarawih bisa gantikan olahraga didasarkan pada jumlah kalori yang terbakar selama proses ibadah berlangsung. Saat seseorang melaksanakan tarawih, detak jantung akan meningkat secara stabil, mirip dengan efek yang dihasilkan oleh jalan cepat atau peregangan dinamis. Dokter spesialis kedokteran olahraga menjelaskan bahwa aktivitas ini membantu meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh dan menjaga metabolisme tetap aktif meskipun sedang dalam kondisi berpuasa di siang harinya. Selain memberikan manfaat spiritual yang mendalam, gerakan yang dilakukan secara konsisten selama satu bulan penuh ini dapat menjadi sarana rehabilitasi fisik yang sangat baik bagi mereka yang jarang bergerak di hari-hari biasa.
Manfaat Gerakan Salat terhadap Kelenturan dan Sendi
Dalam perspektif medis, setiap gerakan dalam salat memiliki manfaat spesifik bagi kesehatan sendi dan tulang manusia. Saat melakukan rukuk, otot punggung bawah, paha belakang, dan betis mengalami peregangan yang optimal, sementara posisi sujud membantu melancarkan aliran darah ke otak serta melatih kekuatan otot perut. Jika dilakukan dengan tumakninah atau tidak terburu-buru, salat tarawih bisa gantikan olahraga peregangan atau yoga ringan yang sangat bermanfaat untuk menjaga mobilitas sendi pada lansia. Kondisi ini sangat krusial untuk mencegah kekakuan otot yang sering terjadi akibat kurangnya aktivitas fisik selama bulan Ramadan.
Kesehatan fisik yang terjaga melalui ibadah juga berkaitan erat dengan gaya hidup sehat lainnya yang harus diperhatikan secara menyeluruh guna mencegah risiko penyakit lain. Sebagaimana kewaspadaan terhadap ancaman kesehatan yang muncul akibat pola hidup yang keliru, seperti ulasan mengenai Sering Dianggap Sepele! 7 Kebiasaan Ini Diam-Diam Bisa Picu ISK yang dapat diakses di https://lokersemarang.co.id/, menjaga kebersihan dan hidrasi selama menjalankan tarawih juga sangat penting. Memastikan asupan air mineral yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur akan mendukung performa fisik saat menjalankan ibadah malam yang panjang tersebut agar tubuh tidak mudah lelah atau mengalami kram otot secara mendadak.
Dampak Psikologis dan Ketenangan Batin yang Menyehatkan
Selain manfaat fisik yang nyata, alasan mengapa salat tarawih bisa gantikan olahraga juga berkaitan dengan aspek kesehatan mental atau psikologis. Olahraga pada umumnya menghasilkan hormon endorfin yang memicu rasa bahagia, dan efek serupa juga ditemukan pada orang yang menjalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan. Ketenangan batin yang diperoleh dari lantunan ayat suci dan suasana kebersamaan saat salat berjamaah dapat menurunkan kadar hormon stres atau kortisol dalam tubuh. Penurunan stres ini secara langsung berdampak pada penguatan sistem imun, sehingga tubuh menjadi lebih tangguh dalam menangkal berbagai macam penyakit selama menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh.
Para dokter menekankan bahwa agar salat tarawih bisa gantikan olahraga secara optimal, porsinya harus disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing individu. Bagi orang yang memiliki masalah pada lutut atau tulang belakang, modifikasi posisi salat seperti duduk tetap diperbolehkan tanpa mengurangi nilai ibadahnya. Kuncinya adalah konsistensi dan niat yang tulus dalam beribadah. Dengan mengombinasikan nutrisi yang baik saat berbuka dan sahur serta menjaga durasi istirahat yang cukup, ibadah tarawih dapat menjadi solusi cerdas untuk tetap bugar dan sehat tanpa harus merasa terbebani oleh jadwal latihan fisik yang berat di luar rumah selama bulan suci Ramadan.
Kesimpulan
Kesimpulan dari berbagai tinjauan medis menunjukkan bahwa salat tarawih bisa gantikan olahraga intensitas ringan dengan hasil yang cukup efektif bagi kesehatan tubuh. Ibadah ini tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, tetapi juga menjadi bentuk latihan fisik yang komprehensif untuk menjaga kesehatan jantung, otot, dan mental. Dengan menjalankan tarawih secara rutin dan benar sesuai kaidah medis serta agama, umat Muslim dapat meraih manfaat ganda berupa pahala yang melimpah dan tubuh yang tetap prima. Mari jadikan momentum Ramadan tahun ini sebagai titik balik untuk memulai pola hidup yang lebih aktif dan religius demi mencapai kesejahteraan hidup yang seimbang antara dunia dan akhirat.
Artikel ditulis oleh: Mokhamad Abdul Hadi