LOKERSEMARANG.CO.ID – Dalam pertemuan dengan media di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Danantara Indonesia memaparkan langkah strategis yang dirancang untuk memperkuat operasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, menjadikan tahun 2026 sebagai fase penting dalam konsolidasi dan pemulihan kinerja jangka menengah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Managing Director Stakeholders Management Danantara, Rohan Hafas, yang menunjukkan arah kebijakan terencana bagi maskapai penerbangan nasional.
Pendekatan ini merupakan kelanjutan dari proses transformasi yang telah dimulai sejak 2025, dengan Garuda Indonesia memasuki fase peningkatan kesiapan teknis armada serta pembangunan struktur keuangan yang lebih sehat. Prioritas utama di sini adalah memastikan fondasi kuat sebelum melakukan ekspansi kapasitas yang lebih luas.
Fokus pada Kesiapan Armada dan Keandalan Operasional
Sejak 2025, Garuda Indonesia menjalani program perawatan intensif terhadap armada dan reaktivasi pesawat secara bertahap sesuai dengan rencana operasional. Proses ini dilakukan untuk meningkatkan keandalan dan kesiapan teknis armada, sehingga layanan yang dihadirkan kepada penumpang dapat terus berkembang.
Usaha bertahap dalam meningkatkan kesiapan armada ini juga dimaksudkan sebagai syarat sebelum masuk ke fase optimalisasi kapasitas. Dalam konteks ini, kualitas layanan menjadi lebih prioritas dibandingkan dengan ekspansi agresif dalam jangka pendek. Pendekatan tersebut berusaha membangun reputasi Garuda sebagai maskapai yang memegang prinsip kehati-hatian dalam operasionalnya.
Dengan armada yang semakin siap dan terawat, Garuda diharapkan mampu menjaga stabilitas layanan sekaligus mendukung rencana pertumbuhan berkelanjutan yang sehat dalam kondisi pasar penerbangan yang terus berubah.
Penguatan Struktur Keuangan sebagai Pondasi
Selain kesiapan armada, Danantara juga menekankan pentingnya struktur modal yang sehat. Ini dilakukan melalui beberapa skema korporasi sebelumnya yang bertujuan memperkuat neraca keuangan Garuda agar lebih fleksibel terhadap kebutuhan operasi. Dengan struktur permodalan yang kuat, Garuda diharapkan memiliki ruang manuver yang cukup untuk menghadapi tekanan bisnis di industri yang sangat kompetitif.
Struktur permodalan yang diperkuat ini membantu menciptakan stabilitas operasional serta mengurangi tekanan finansial jangka pendek. Rohan menegaskan bahwa semua langkah yang diambil berjalan dalam kerangka tata kelola perusahaan yang baik serta mematuhi semua peraturan yang berlaku.
Pendekatan yang digunakan tidak hanya memprioritaskan angka pertumbuhan volume, tetapi lebih menekankan pada pertumbuhan yang sehat dan profitable sehingga Garuda dapat membangun reputasi yang kuat di sektor penerbangan domestik maupun internasional.
Optimalisasi Kapasitas dan Kinerja di Tahun 2026
Menjelang 2026, pengelolaan Garuda Indonesia diarahkan ke optimalisasi kapasitas serta peningkatan kinerja secara terukur. Sasarannya adalah menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan, dengan memperhatikan keseimbangan antara volume layanan dan kualitas yang diberikan.
Rohan menyatakan bahwa tujuan utama bukan sekedar meningkatkan jumlah penerbangan atau penumpang, tetapi memastikan bahwa setiap langkah perlu didukung dengan tata kelola yang disiplin, akuntabel, serta berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.
Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa manajemen ingin menghindari langkah ekspansi yang berisiko tinggi tanpa dukungan kesiapan operasional dan keuangan yang memadai, terutama di pasar yang penuh tantangan seperti rute internasional dan persaingan global.
Rencana Konsolidasi Industri Penerbangan Negeri
Sebagai bagian dari upaya efisiensi dan sinergi, Danantara kini tengah mempertimbangkan opsi konsolidasi untuk maskapai penerbangan milik negara. Opsi tersebut mencakup kemungkinan pembentukan holding perusahaan maskapai BUMN yang diharapkan selesai pada semester pertama 2026. Holding ini akan melibatkan Garuda Indonesia sebagai perusahaan induk, bersama dengan Citilink Indonesia dan Pelita Air Service.
Tujuan konsolidasi ini adalah menciptakan sinergi operasional yang lebih efisien, mulai dari single booking system, integrasi program poin dan registrasi, hingga kemungkinan berbagi armada pada rute dengan permintaan tinggi. Struktur seperti ini dipandang dapat mengurangi beban operasional sekaligus mendukung pemulihan kinerja finansial.
Oleh karena itu, penataan ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah yang diproyeksikan tidak hanya memberi manfaat kepada Garuda sendiri, tetapi juga memperkuat industri penerbangan nasional secara keseluruhan.
Tantangan dan Peluang dalam Transformasi Garuda
Kendati fokus utama adalah pada pemulihan fundamental dan optimalisasi kapasitas, Garuda Indonesia juga menghadapi realitas industri yang menuntut adaptasi cepat. Efisiensi operasional, manajemen armada yang tepat, serta struktur keuangan yang kuat menjadi syarat untuk dapat bersaing di era pascapandemi dan menghadapi kebijakan internasional yang kompleks.
Strategi yang diterapkan Danantara menempatkan kualitas dan keberlanjutan sebagai fondasi utama, tidak semata kejar pertumbuhan volume yang tinggi dalam jangka pendek. Ini memberi arah baru bagi Garuda untuk menjadi maskapai national carrier yang tetap relevan secara ekonomi sambil memenuhi kebutuhan pasar global.