LOKERSEMARANG.CO.ID-Strategi Likuiditas Bank Mandiri, siapkan Rp 44 Triliun Demi Kelancaran Lebaran 2026, Momen menjelang Idul Fitri selalu identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi yang masif di seluruh penjuru Indonesia. Menanggapi dinamika tahunan ini, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah mengambil langkah proaktif dengan mengalokasikan dana segar yang sangat signifikan. Untuk periode Lebaran 2026, bank berplat merah ini telah menyiapkan persediaan uang tunai sebesar Rp44 triliun sebagai bentuk kesiapan melayani masyarakat.
Langkah strategis ini bukan sekadar rutinitas perbankan biasa, melainkan sebuah bentuk mitigasi risiko yang matang. Tujuannya adalah memastikan masyarakat tidak mengalami kendala dalam mengakses uang tunai di tengah tingginya mobilitas mudik yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada tahun ini. Alokasi dana jumbo tersebut direncanakan untuk mencakup kebutuhan operasional selama satu bulan penuh, terhitung mulai tanggal 24 Februari hingga 25 Maret 2026.
Persiapan yang sedemikian rupa mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang terus bergerak positif. Dengan dana triliunan rupiah tersebut, nasabah diharapkan dapat menjalankan tradisi hari raya dengan tenang, mulai dari berbelanja kebutuhan pokok, membeli tiket transportasi, hingga membagikan tunjangan hari raya (THR) kepada sanak saudara di kampung halaman tanpa hambatan likuiditas.
Optimalisasi Jaringan ATM dan CRM di Seluruh Wilayah
Fokus utama dari penyaluran dana Rp44 triliun ini terletak pada penguatan likuiditas di mesin-mesin otomatis. Bank Mandiri berkomitmen untuk melakukan pengisian ulang (replenishment) secara intensif pada seluruh jaringan Automated Teller Machine (ATM) dan Customer Reaching Machine (CRM) yang tersebar luas di seluruh titik strategis nusantara.
Pengisian mesin-mesin ini menjadi prioritas utama karena pada masa libur panjang, titik-titik transportasi seperti bandara, stasiun kereta api, pelabuhan, hingga terminal bus akan mengalami lonjakan penarikan tunai yang sangat ekstrem. Tidak hanya di pusat transportasi, fokus pengawasan juga diarahkan pada rest area di sepanjang jalur tol trans-Jawa dan trans-Sumatra yang menjadi urat nadi perjalanan pemudik.
Dengan ketersediaan dana yang melimpah di mesin CRM, nasabah juga mendapatkan kemudahan ekstra untuk melakukan transaksi setor tunai kapan saja tanpa harus mengantre di kantor cabang. Hal ini sangat krusial mengingat operasional kantor cabang akan sangat terbatas selama masa cuti bersama. Manajemen Bank Mandiri memahami betul bahwa kepercayaan nasabah sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur fisik ini, sehingga koordinasi dengan vendor pengelola jasa pengisian uang tunai ditingkatkan hingga dua kali lipat dari frekuensi normal.
Keamanan Transaksi Digital dan Kesiagaan Infrastruktur IT
Meskipun penyediaan uang tunai tetap menjadi instrumen vital dalam merayakan Lebaran, Bank Mandiri juga sangat menyadari adanya pergeseran gaya hidup masyarakat ke arah digital. Tren penggunaan aplikasi perbankan untuk pembayaran zakat secara daring, belanja di platform e-commerce, hingga transfer antarbank menggunakan fitur BI-Fast diprediksi akan tetap mendominasi frekuensi transaksi selama periode Idul Fitri 2026.
Guna mengantisipasi lonjakan trafik pada kanal pembayaran elektronik tersebut, perseroan telah membentuk tim monitoring IT khusus yang bersiaga penuh selama 24 jam sehari. Tim ini bertugas mengawasi performa sistem agar tetap stabil dan responsif di tengah beban transaksi yang meningkat tajam. Pengawasan ketat dilakukan untuk mencegah gangguan teknis pada layanan Livin’ by Mandiri, Kopra by Mandiri, maupun mesin EDC di berbagai gerai retail dan pusat perbelanjaan.
Infrastruktur teknologi informasi ini menjadi tulang punggung yang memastikan ekosistem perbankan tetap berputar meski kantor cabang sedang tidak beroperasi. Dengan sistem keamanan yang terus diperbarui, perlindungan terhadap data pribadi nasabah dan keamanan dana dari ancaman serangan siber atau upaya penipuan (phishing) tetap menjadi prioritas utama. Nasabah pun diimbau untuk tetap waspada dan tidak memberikan data rahasia kepada pihak mana pun yang mengatasnamakan bank.
Mendukung Kelancaran Ekonomi di Masa Mudik
Lebaran bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum perputaran uang yang sangat besar dari pusat perkotaan menuju daerah. Kesiapan Bank Mandiri dalam menyediakan likuiditas dalam jumlah fantastis ini secara tidak langsung membantu menjaga roda stabilitas ekonomi di daerah-daerah tujuan mudik agar tetap berputar kencang.
Ketersediaan uang tunai yang mencukupi di daerah-daerah pelosok akan memacu daya beli masyarakat lokal dan mendukung keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ketika akses terhadap modal fisik berupa uang tunai berjalan tanpa hambatan, maka proses distribusi barang dan jasa di lapangan juga akan menjadi lebih lancar. Hal ini berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi regional yang biasanya mengalami lonjakan signifikan selama musim libur panjang.
Secara keseluruhan, strategi komprehensif yang diterapkan oleh Bank Mandiri pada tahun 2026 ini menunjukkan integrasi yang sangat baik antara layanan fisik konvensional dan layanan digital modern. Melalui kesiapan dana tunai sebesar Rp44 triliun serta dukungan teknologi yang andal, Bank Mandiri berupaya memastikan seluruh nasabahnya dapat merayakan Idul Fitri dengan perasaan tenang, nyaman, dan penuh suka cita bersama keluarga di mana pun mereka berada.
Tips Transaksi Aman Selama Libur Lebaran
Sebagai tambahan, Bank Mandiri senantiasa mengingatkan nasabah untuk selalu menjaga keamanan dalam bertransaksi. Penggunaan fitur tanpa kartu (cardless) saat menarik uang di ATM sangat disarankan untuk menghindari risiko skimming atau kartu tertelan. Selain itu, pastikan aplikasi perbankan selalu diperbarui ke versi terbaru untuk mendapatkan fitur keamanan paling mutakhir.
Nasabah juga diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan uang elektronik seperti Mandiri e-money untuk keperluan pembayaran tol dan parkir guna mempercepat antrean di lapangan. Dengan sinergi antara persiapan bank yang matang dan perilaku nasabah yang cerdas dalam bertransaksi, diharapkan masa libur Lebaran 2026 ini dapat berjalan dengan sukses tanpa ada kendala finansial yang berarti bagi masyarakat luas.
Artikel ditulis oleh: Mokhamad Abdul Hadi