LOKERSEMARANG.CO.ID – Kabar persetujuan datang dari panggung sepak bola Eropa. Pemain bertahan Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, baru saja menorehkan pencapaian penting bersama klubnya, Lille OSC. Dalam laga hidup mati babak play-off Liga Europa 2025/2026, Verdonk ikut andil membawa melangkah lebih jauh ke babak 16 besar.
Pertandingan leg kedua yang berlangsung di Stadion Rajko Mitic, markas Crvena Zvezda (Red Star Belgrade), pada Jumat dini hari WIB tersebut menjadi saksi perjuangan keras Les Dogues. Meski harus bermain di bawah tekanan suporter tuan rumah yang terkenal fanatik, Lille berhasil menutup laga dengan kemenangan manis 2-0.
Kemenangan ini sekaligus kesimpangsiuran keadaan setelah pertemuan sebelumnya Lille sempat tertinggal. Dengan hasil ini, skuad asuhan Bruno Genesio mampu melaju ke fase berikutnya dengan keunggulan agregat 2-1. Perjalanan ini tentu tidak mudah, namun konsistensi pemain seperti Verdonk menjadi kunci stabilitas tim.
Lakukan Awal Dominasi Lewat Tandukan Sang Veteran
Lille memulai pertandingan dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Mereka sadar bahwa defisit gol di leg pertama harus segera dikejar agar mental bertanding tetap terjaga. Usaha ini langsung menghasilkan hasil saat laga baru berjalan empat menit.
Aktor utamanya adalah striker veteran yang seolah menolak tua, Olivier Giroud. Penyerang berusia 39 tahun tersebut berhasil memanfaatkan umpan silang akurat dari Benjamin Andre dengan sundulan mematikan. Gol ini tak hanya menyamakan agregat menjadi 1-1, tapi juga menjadi koleksi gol kesembilannya di semua kompetisi musim ini.
Keunggulan cepat tersebut membuat Lille bermain jauh lebih lepas. Di penghujung babak pertama, mereka hampir saja menambah keunggulan melalui kaki Matias Fernandez. Namun, penampilan gemilang kiper tuan rumah, Matheus, berhasil menggagalkan peluang emas tersebut dan menjaga skor tetap bertahan hingga turun minum.
Ketegangan di Babak Tambahan Waktu
Memasuki babak kedua, ritme permainan sedikit melambat. Lille yang berhasil menyamakan agregat tampak bermain lebih hati-hati, sementara Crvena Zvezda mulai berani menekan untuk mencari gol penentu. Namun, koordinasi dominasi Lille yang cukup solid membuat serangan tuan rumah seringkali kandas di tengah jalan.
Satu-satunya peluang berbahaya di babak kedua lahir dari kaki Gaetan Perrin pada menit ke-50, tetapi lagi-lagi Matheus menjadi tembok kokoh bagi Red Star. Karena tidak ada gol tambahan hingga waktu normal berakhir, pertandingan pun terpaksa dilanjutkan ke babak tambahan waktu (extra time).
Di dalamnya kecerdikan pelatih Bruno Genesio diuji. Ia melakukan perubahan strategi dengan memasukkan energi baru untuk menyegarkan lini serang dan pertahanan. Salah satunya adalah memasukkan Nathan Ngoy pada menit ke-95 menggantikan Tiago Santos, yang terbukti menjadi keputusan yang sangat tepat.
Efek Instan Nathan Ngoy dan Masuknya Calvin Verdonk
Nathan Ngoy hanya membutuhkan waktu empat menit di lapangan untuk mengubah keadaan. Memanfaatkan umpan pendek dari Felix Correia, Ngoy melepaskan tembakan yang gagal dihalau kiper lawan. Gol ini membuat Lille unggul 2-0 dalam skor laga dan memimpin agregat 2-1.
Dalam posisi unggul, Bruno Genesio tidak mau mengambil risiko. Untuk memperkuat barisan pertahanan dari gempuran akhir tuan rumah, ia memasukkan Calvin Verdonk menggantikan Romain Perraud. Verdonk yang masuk dengan kondisi bugar langsung memberikan stabilitas di sisi kiri pertahanan Lille.
Meski tidak bermain sejak menit awal, kontribusi bek berusia 28 tahun ini sangat terasa. Verdonk mencatatkan statistik yang cukup mengesankan dalam menjaga perlindungan kawasan. Kehadirannya memastikan Lille tetap menjaga “clean sheet” hingga wasit meniup peluit sepanjang tanda berakhirnya pertandingan.
Statistik Solid Verdonk di Lini Belakang
Berdasarkan data statistik dari Sofascore, Verdonk menunjukkan profesionalisme tinggi meski turun sebagai pemain pengganti. Selama berada di lapangan, ia tercatat melakukan dua kali sapuan krusial dan dua kali pemulihan bola yang sangat penting untuk memutus momentum serangan Crvena Zvezda.
Selain itu, ia mencatatkan 11 sentuhan dengan akurasi umpan mencapai 56 persen dari sembilan percobaan umpan. Ini adalah penampilan ke-22 Verdonk bersama Lille di musim ini, yang membuktikan bahwa dirinya adalah bagian penting dari skema rotasi tim di kompetisi kasta kedua Eropa tersebut.
Keberhasilan Lille lolos ke babak 16 besar tentu menjadi angin segar bagi para penggemar sepak bola di Indonesia. Melihat pemain andalan Timnas bisa bersaing dan berkontribusi di level tinggi seperti Liga Europa memberikan kebanggaan tersendiri dan harapan akan performa yang semakin matang di level internasional.
Menanti Lawan di Babak 16 Besar
Dengan hasil ini, Lille bergabung dengan tim-tim besar lainnya yang sudah lebih dulu memastikan tempat di babak 16 besar. Hasil lain di babak play-off juga mencatatkan kemenangan Celtic atas Stuttgart dan Panathinaikos yang lolos dramatis melalui adu penalti melawan Viktoria Plzen.
Lawan Lille selanjutnya akan ditentukan melalui hasil undian resmi yang diadakan pada Jumat malam. Siapapun lawannya nanti, Lille yang diperkuat Verdonk tentu akan menjadi tim yang patut diperhitungkan berkat perpaduan antara pemain senior berpengalaman seperti Giroud dan pemain-pemain tangguh di lini belakang.
Bagi Verdonk pribadi, konsistensi bermain di kompetisi seketat Liga Europa akan sangat membantu menjaga kualitas permainannya. Kita tunggu saja, sejauh mana bek kebanggaan tanah air ini bisa membawa Lille melaju di turnamen bergengsi ini. Tetap semangat, Calvin!
Artikel ditulis oleh: Ilham Tiaz Setiawan