LOKERSEMARANG.CO.ID – Dunia kompetitif VALORANT kembali bersiap menyambut salah satu panggung termegah di luar sirkuit resmi VCT. Esports World Cup (EWC) Foundation baru saja membocorkan detail awal untuk gelaran VALORANT di ajang EWC 2026. Riyadh, Arab Saudi, akan kembali menjadi saksi bisu pertarungan tim-tim terbaik dunia yang memperebutkan gengsi dan hadiah yang sangat menggiurkan.
Tahun ini, intensitas kompetisi diprediksi bakal naik berlipat ganda. Bukan cuma soal nama besar, tapi ada perubahan signifikan pada sisi teknis dan finansial yang membuat turnamen ini semakin wajib untuk ditonton.
Jadwal dan Total Hadiah yang Menggiurkan
Catat tanggalnya, EWC VALORANT 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 12 Juli 2026. Menariknya, jadwal ini terbilang sangat padat karena hanya berselang beberapa hari sebelum dimulainya Stage 2 di beberapa wilayah VCT. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para tim dalam menjaga stamina dan manajemen strategi mereka.
Salah satu daya tarik utama tahun ini adalah peningkatan total hadiah atau prize pool. Jika tahun lalu sudah cukup besar, edisi 2026 akan menggelontorkan dana total sebesar US$2.000.000 atau sekitar 31 miliar rupiah. Angka ini menegaskan posisi EWC sebagai salah satu turnamen pihak ketiga dengan sokongan dana paling masif di ekosistem VALORANT.
Dominasi Team Heretics dan Jalur Kualifikasi
Team Heretics datang dengan kepala tegak sebagai satu-satunya tim yang sudah mengamankan kursi melalui undangan langsung. Status mereka sebagai juara bertahan—setelah kemenangan dramatis lewat reverse sweep atas FNATIC tahun lalu—memberikan keuntungan besar bagi sang raksasa Eropa ini untuk tidak perlu melewati fase kualifikasi yang melelahkan.
Lalu, bagaimana dengan 15 slot sisanya? Jalur kualifikasi tahun ini terbagi secara sistematis di berbagai wilayah utama. Empat juara dari Stage 1 di masing-masing wilayah besar (Americas, EMEA, Pacific, dan China) akan langsung mendapatkan tiket menuju Riyadh.
Sisanya akan diperebutkan melalui kualifikasi regional. Wilayah Americas, EMEA, dan Pacific masing-masing mendapatkan jatah tiga slot kualifikasi. Namun, ada pengecualian untuk wilayah China yang hanya diberikan dua slot kualifikasi, karena satu slot sisa di wilayah tersebut secara teknis telah “terpakai” oleh status undangan juara bertahan.
Perubahan Format: Tak Ada Lagi Ruang untuk Kesalahan
Satu hal yang paling disoroti oleh para analis adalah perubahan format di babak grup. Jika pada edisi sebelumnya babak grup menggunakan sistem Best-of-One (Bo1) yang sangat berisiko, tahun 2026 EWC menerapkan standar yang lebih ketat.
Ke-16 tim yang lolos akan dibagi ke dalam empat grup, di mana masing-masing grup berisi empat tim. Mereka akan bertanding menggunakan format double-elimination (GSL style) dengan semua pertandingan menggunakan sistem Best-of-Three (Bo3). Perubahan ini disambut baik oleh komunitas karena dianggap lebih adil dan mampu meminimalisir faktor keberuntungan semata.
Dua tim terbaik dari masing-masing grup berhak melaju ke babak playoffs yang rencananya digelar pada 9 hingga 12 Juli. Di fase gugur ini, tensi akan semakin tinggi dengan sistem single-elimination. Puncaknya, partai Grand Final akan menggunakan format maraton Best-of-Five (Bo5) untuk menentukan siapa raja VALORANT di Riyadh tahun ini.
Eksklusivitas dan Peluang Tim Tier-2
Hingga saat ini, pihak penyelenggara belum memberikan detail lebih lanjut mengenai sistem kualifikasi terbuka atau apakah tim di luar franchise (Tier-2) boleh ikut serta. Namun, melihat ambisi EWC untuk menjadi pesta esports dunia, harapan untuk melihat tim “underdog” memberikan kejutan tetap terbuka lebar.
Dengan total 16 tim yang bertanding, EWC VALORANT 2026 bukan sekadar turnamen selingan. Ini adalah ajang pembuktian konsistensi bagi tim-tim papan atas sebelum mereka kembali terjun ke perebutan poin krusial di liga internasional masing-masing. Apakah Team Heretics mampu mempertahankan takhtanya, atau justru akan ada juara baru yang muncul dari panasnya persaingan di Riyadh? Kita tunggu saja Juli mendatang.
Artikel ditulis oleh: Ilham Tiaz Setiawan