LOKERSEMARANG.CO.ID-Dalam menjalani interaksi sosial sehari-hari, kita tidak jarang bertemu dengan berbagai macam karakter manusia. Meskipun kita telah berupaya sebaik mungkin untuk bersikap jujur dan baik, risiko bersinggungan dengan orang-orang yang memiliki niat buruk atau perilaku zalim tetaplah ada. Kezaliman tersebut bisa mewujud dalam berbagai bentuk, mulai dari fitnah, penipuan, hingga upaya menjatuhkan martabat dan keselamatan seseorang melalui tipu daya yang halus.
Bagi seorang Muslim, selain melakukan upaya lahiriah untuk menjaga diri, ada dimensi batiniah yang sangat kuat melalui kekuatan doa. Doa adalah senjata utama yang mampu memberikan ketenangan jiwa sekaligus menjadi perisai dari hal-hal yang berada di luar kendali manusia. Bersandar kepada Sang Pencipta melalui untaian kata yang tulus merupakan cara terbaik untuk memohon perlindungan dari niat jahat makhluk-Nya.
Memanjatkan doa perlindungan bukan berarti kita memendam kebencian, melainkan bentuk pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Allah SWT. Dengan berdoa, kita menyerahkan segala urusan kepada Zat Yang Maha Adil, yang tidak pernah tidur dan selalu mengawasi setiap perbuatan hamba-Nya.
Belajar dari Doa Para Nabi dalam Menghadapi Kezaliman
Sejarah Islam mencatat bahwa para Nabi pun pernah menghadapi tekanan hebat dari orang-orang zalim di zamannya. Salah satu teladan yang paling kuat adalah kisah Nabi Musa AS saat menghadapi kekuasaan Firaun yang sewenang-wenang. Dalam kondisi terdesak oleh kekuatan fisik dan tipu daya politik, Nabi Musa memanjatkan doa agar diselamatkan dari kaum yang zalim.
Doa yang diabadikan dalam Al-Quran ini menjadi pengingat bagi kita bahwa tidak ada kekuatan yang mampu menandingi kekuatan Allah. Ketika seseorang merasa dipojokkan oleh tipu daya orang lain, membaca doa yang pernah dipanjatkan para nabi dapat menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap.
Kezaliman sering kali muncul dari rasa iri atau ketidaksukaan yang tidak beralasan. Oleh karena itu, memohon agar hati kita tidak menjadi sasaran empuk bagi mereka yang berniat buruk adalah langkah spiritual yang sangat dianjurkan untuk dilakukan secara konsisten, terutama setelah menunaikan salat fardu.
Makna Perlindungan dari Tipu Daya yang Halus
Tipu daya atau makar sering kali lebih berbahaya daripada serangan fisik yang nyata. Tipu daya sering kali tidak terlihat, masuk melalui celah kepercayaan, dan bisa merugikan seseorang dalam jangka panjang. Hal ini bisa terjadi di lingkungan kerja, dalam urusan bisnis, atau bahkan dalam hubungan pertemanan yang tidak sehat.
Doa memohon perlindungan dari tipu daya ini memiliki makna bahwa kita memohon ketajaman intuisi dan petunjuk dari Allah agar bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang hanya sekadar berpura-pura. Kita memohon agar dijauhkan dari segala skenario jahat yang dirancang oleh orang-orang yang tidak takut akan dosa.
Selain itu, doa ini juga berfungsi sebagai pengingat bagi diri kita sendiri agar tidak terjebak menjadi pelaku kezaliman. Sebab, batas antara menjadi korban dan menjadi pelaku terkadang sangat tipis jika hati tidak dijaga dengan zikir dan kerendahan hati.
Ketenangan Batin di Tengah Ketidakadilan
Sering kali, saat kita merasa dizalimi, rasa marah dan keinginan untuk membalas dendam muncul di dalam hati. Namun, Islam mengajarkan bahwa cara terbaik menghadapi kezaliman adalah dengan menyerahkan urusannya kepada Allah sembari tetap berpegang pada kebenaran. Doa memberikan kekuatan agar kita tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan hal yang sama buruknya.
Saat seorang hamba berdoa meminta perlindungan, ia sebenarnya sedang membangun benteng kedamaian di dalam hatinya. Ketenangan ini sangat penting agar kita tetap bisa berpikir jernih dan mengambil keputusan yang bijak dalam menghadapi masalah, bukan bertindak impulsif karena terbawa emosi.
Keyakinan bahwa doa orang yang terzalimi tidak memiliki penghalang dengan Allah seharusnya memberikan harapan besar bagi siapa pun yang sedang dalam kesulitan. Allah adalah sebaik-baik penolong dan sebaik-baik pemberi perlindungan dari segala makar manusia.
Amalan Harian untuk Membentengi Diri
Agar terhindar dari gangguan orang-orang zalim, para ulama menganjurkan agar kita rutin membaca doa-doa perlindungan setiap pagi dan petang. Amalan ini bukan sekadar membaca teks, melainkan menghayati setiap maknanya sebagai permohonan yang tulus.
Beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan selain berdoa antara lain:
-
Menjaga Wudu: Berwudu dipercaya dapat memberikan perlindungan spiritual dan ketenangan hati.
-
Membaca Ayat Kursi: Sebagai ayat yang memiliki keutamaan besar dalam memohon penjagaan dari Allah.
-
Bersedekah: Sedekah sering kali disebut sebagai penolak bala dan penghalang dari kejadian-kejadian buruk yang tidak diinginkan.
Dengan mengombinasikan doa yang khusyuk dan perilaku yang bijaksana, kita dapat menjalani hidup dengan lebih tenang. Kita percaya bahwa tidak akan ada satu pun tipu daya yang bisa mencelakai kita kecuali atas izin Allah, dan Allah senantiasa bersama orang-orang yang sabar serta bertakwa.
Kesimpulan: Tawakal sebagai Kunci Utama
Pada akhirnya, doa agar terhindar dari orang zalim adalah bentuk tawakal yang paling tinggi. Kita menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan untuk mengetahui apa yang ada di hati orang lain. Oleh karena itu, kita memohon kepada Zat Yang Maha Mengetahui rahasia hati untuk menjaga kita.
Jadikanlah doa-doa perlindungan ini sebagai kebutuhan harian, layaknya kita membutuhkan udara untuk bernapas. Dengan perlindungan-Nya, sejuta tipu daya manusia tidak akan mampu menggoyahkan langkah kita menuju kebaikan. Teruslah berbuat baik, karena kebaikan itu sendiri pada hakikatnya adalah pelindung yang paling kuat dari segala bentuk kegelapan.
Artikel ditulis oleh: Mokhamad Abdul Hadi