Bahaya Langsung Makan Berat Saat Buka Puasa bagi Kesehatan Pencernaan

LOKERSEMARANG.CO.ID – Momen berbuka puasa sering kali menjadi ajang balas dendam dengan menyantap berbagai hidangan lezat dalam porsi besar. Namun, kebiasaan langsung makan berat saat azan magrib berkumandang ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa disepelekan oleh tubuh kita.

​Kondisi lambung yang kosong selama belasan jam membutuhkan waktu adaptasi sebelum memproses asupan nutrisi yang kompleks. Memaksakan sistem pencernaan bekerja keras seketika dapat memicu berbagai keluhan fisik yang mengganggu kenyamanan ibadah malam kamu.

Mengapa Perut Tidak Siap Menerima Makan Berat Seketika?

​Secara fisiologis, saat kita berpuasa, otot-otot di saluran pencernaan sedang dalam fase istirahat atau “mode hemat energi”. Jika kamu langsung memanjakan lidah dengan menu makan berat, lambung akan mengalami syok karena dipaksa memproduksi asam lambung dalam jumlah besar secara mendadak.

​Kondisi ini sering kali memicu gastritis atau peradangan dinding lambung yang menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman. Selain itu, lonjakan gula darah yang terlalu drastis dari karbohidrat kompleks bisa membuat tubuh terasa lemas dan mengantuk hebat setelah makan.

​Efek Domino Makan Berat Terhadap Metabolisme Tubuh

​Asupan porsi besar yang masuk sekaligus akan membuat kerja jantung meningkat untuk memompa darah ke arah saluran pencernaan. Hal inilah yang sering menyebabkan rasa pusing atau kliyengan ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi makan berat di awal waktu berbuka.

​Selain masalah sirkulasi, risiko Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) juga mengintai bagi mereka yang memiliki riwayat asam lambung kronis. Tekanan tinggi di dalam lambung akibat makanan yang menumpuk memaksa katup kerongkongan terbuka dan memicu sensasi terbakar di dada.

​Strategi Berbuka Tanpa Harus Makan Berat di Awal

​Para ahli kesehatan sangat menyarankan untuk membatalkan puasa dengan air putih dan sedikit asupan glukosa alami seperti kurma. Langkah ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali enzim pencernaan secara perlahan sebelum nantinya tubuh siap menerima menu makan berat setelah salat Magrib.

​Pemberian jeda sekitar 20 hingga 30 menit terbukti efektif mencegah perut kembung dan begah yang sering dikeluhkan banyak orang. Dengan cara ini, tubuh memiliki waktu yang cukup untuk mengirimkan sinyal kenyang ke otak sehingga kamu tidak akan makan secara berlebihan.

​Memilih Jenis Nutrisi Sebelum Menu Utama Makan Berat

​Sebelum beralih ke nasi dan lauk-pauk, cobalah mengonsumsi sup hangat atau buah-buahan yang kaya akan serat dan air. Tekstur makanan yang lembut akan membantu dinding usus bersiap melakukan penyerapan nutrisi dari hidangan makan berat yang akan disantap kemudian.

​Hindari minuman yang mengandung kafein atau soda saat perut masih kosong karena dapat mengiritasi lapisan lambung secara langsung. Fokuslah pada hidrasi yang cukup agar metabolisme tubuh kembali stabil setelah kehilangan banyak cairan selama seharian penuh.

​Kesimpulan: Kunci Nyaman Beribadah Setelah Berbuka

​Menjaga pola makan saat berbuka bukan hanya soal menahan nafsu, melainkan bentuk investasi kesehatan jangka panjang bagi tubuh. Dengan tidak langsung menyantap makan berat, kamu memberikan kesempatan bagi organ dalam untuk bekerja secara optimal dan efisien.

​Kesadaran untuk mengatur urutan makan ini akan berdampak positif pada kualitas tidur dan kebugaran tubuh keesokan harinya. Jadi, pastikan kamu selalu mendengarkan sinyal tubuh dan tidak terburu-buru dalam mengisi perut agar momen Ramadan tetap terasa produktif dan menyehatkan.

Artikel ditulis oleh: Ilham Tiaz Setiawan

Leave a Comment