Alasan Ilmiah Kenapa Kita Betah Scroll HP Berjam-jam Tapi Bosan Baca Buku

LOKERSEMARANG.CO.ID – Pernahkah kamu berniat hanya mengecek notifikasi sebentar, namun tanpa sadar sudah menghabiskan dua jam untuk scroll HP? Fenomena ini dialami oleh jutaan orang di seluruh dunia, di mana durasi layar (screen time) meningkat tajam sementara minat baca buku fisik terus menurun.

​Kesenjangan antara kenyamanan menatap layar dan upaya membaca buku bukan sekadar masalah malas atau rajin. Ada mekanisme biologis dan psikologis kompleks yang membuat aktivitas scroll HP jauh lebih adiktif dibandingkan membalik halaman kertas.

Keajaiban Dopamin dalam Aktivitas Scroll HP

​Secara ilmiah, algoritma media sosial dirancang untuk memicu pelepasan dopamin di otak manusia secara instan. Setiap kali kamu melakukan gerakan scroll HP, algoritma akan menyuguhkan konten baru yang tidak terduga, mulai dari video lucu hingga berita viral.

​Ketidakpastian ini menciptakan efek “mesin judi” yang membuat otak terus menanti hadiah berikutnya. Berbeda dengan itu, membaca buku memerlukan konsentrasi penuh tanpa adanya stimulasi visual yang berubah setiap detiknya.

Mengapa Konten Digital Lebih Memikat Mata?

​Konten yang kita temui saat scroll HP biasanya bersifat padat, penuh warna, dan memiliki tempo yang sangat cepat. Otak manusia secara alami lebih mudah memproses rangsangan visual yang dinamis dibandingkan dengan deretan teks statis di sebuah buku.

​Kondisi ini membuat ambang batas kesabaran kita dalam menerima informasi menjadi semakin pendek. Ketika terbiasa dengan kepuasan instan dari scroll HP, aktivitas membaca yang membutuhkan waktu lama untuk mencapai klimaks cerita terasa sangat melelahkan.

​Kelelahan Kognitif dan Hilangnya Fokus

​Membaca buku menuntut keterlibatan kognitif yang tinggi untuk membangun imajinasi dan memahami konteks. Sebaliknya, saat sedang asyik scroll HP, kita cenderung berada dalam mode pasif di mana informasi disuapkan langsung ke mata tanpa perlu banyak berpikir.

​Hal ini menjelaskan mengapa membaca lima halaman buku terasa seperti beban berat bagi mental. Kapasitas rentang perhatian (attention span) kita telah terkikis oleh kebiasaan mengonsumsi konten pendek di sela-sela aktivitas scroll HP.

Dampak Jangka Panjang pada Pola Pikir

​Jika kebiasaan scroll HP ini terus dibiarkan tanpa kendali, kemampuan kita untuk berpikir mendalam dan kritis akan perlahan berkurang. Buku menawarkan kedalaman materi yang tidak bisa didapatkan dari potongan video berdurasi 15 detik yang lewat di beranda.

​Ketergantungan pada layar juga sering kali mengganggu siklus tidur akibat paparan sinar biru (blue light). Hal ini menciptakan lingkaran setan di mana tubuh yang lelah lebih memilih scroll HP daripada melakukan aktivitas yang membutuhkan energi mental seperti membaca.

Mengembalikan Keseimbangan Fokus

​Langkah awal untuk lepas dari jeratan layar adalah dengan menyadari kapan dorongan untuk scroll HP muncul karena rasa bosan atau kecanduan. Kamu bisa mulai membatasi penggunaan gawai dan menyediakan waktu khusus untuk membaca tanpa gangguan sinyal internet.

​Menciptakan lingkungan yang bebas dari gangguan digital akan membantu otak kembali beradaptasi dengan ritme membaca yang tenang. Dengan konsistensi, kenikmatan membaca buku akan kembali terasa sebanding dengan kesenangan saat scroll HP.

Artikel ditulis oleh: Ilham Tiaz Setiawan

Leave a Comment