LOKERSEMARANG.CO.ID – Dunia sepak bola sering kali penuh dengan ketidakpastian, namun bagi Juventus dan Weston McKennie, masa depan kini tampak jauh lebih jelas. Setelah berbulan-bulan spekulasi mengenai masa depannya di Turin, gelandang asal Amerika Serikat tersebut dilaporkan telah mencapai kesepakatan krusial untuk memperpanjang masa baktinya bersama Si Nyonya Tua. Langkah ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah pernyataan ambisi dari kedua belah pihak.
Detail Kontrak: Upah dan Loyalitas
Berdasarkan informasi terbaru yang dirilis oleh Tuttomercatoweb dan berbagai sumber internal di Italia, Juventus telah menyodorkan kontrak yang sangat ambisius. McKennie akan menandatangani kontrak baru yang akan mengikatnya di Allianz Stadium hingga Juni 2030. Durasi kontrak ini tergolong sangat panjang bagi pemain yang kini berusia 27 tahun, yang menandakan bahwa manajemen Juventus melihatnya sebagai bagian dari tulang punggung tim untuk sisa masa keemasan kariernya.
Dari sisi finansial, apresiasi klub terlihat jelas pada angka yang ditawarkan. McKennie akan menerima kenaikan gaji yang signifikan, mencapai angka 4 juta euro per musim (bersih). Angka ini merupakan lompatan besar dari kontrak sebelumnya dan menempatkannya di jajaran pemain dengan pendapatan kelas atas di dalam skuad. Keputusan ini diambil setelah melewati proses negosiasi yang sempat buntu, di mana sebelumnya McKennie dikabarkan menolak tawaran awal yang dianggap terlalu rendah. Namun, keinginan kuat sang pemain untuk bertahan di Turin akhirnya memicu kompromi yang menguntungkan kedua belah pihak.
Transformasi Menjadi Pemain Kunci
Mengapa Juventus rela merogoh kocek dalam-dalam untuk pemain yang beberapa musim lalu sempat dipinjamkan ke Leeds United? Jawabannya terletak pada performa luar biasanya di bawah arahan pelatih Luciano Spalletti. Musim ini, McKennie telah menjelma menjadi mesin di lini tengah. Dengan catatan 7 gol dan 7 assist dari 36 penampilan, ia membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar gelandang pengangkut air, melainkan ancaman nyata di kotak penalti lawan.
Fleksibilitas taktis adalah nilai plus utama McKennie. Ia mampu bermain sebagai gelandang box-to-box, gelandang sayap kanan, bahkan dalam peran yang lebih defensif jika diperlukan. Stamina yang luar biasa dan kemampuannya membaca ruang membuatnya menjadi pemain favorit Spalletti. Pelatih melihat McKennie sebagai elemen “perekat” yang menghubungkan lini pertahanan dengan lini serang, sebuah peran yang jarang bisa dijalankan dengan konsistensi tinggi oleh pemain lain di skuad saat ini.
Cinta pada Turin dan Visi Masa Depan
Faktor emosional juga memainkan peran besar dalam kesepakatan ini. Setelah enam tahun tinggal di Turin, McKennie telah beradaptasi sepenuhnya dengan budaya Italia dan gaya hidup di kota tersebut. Ia merasa dihargai oleh para penggemar dan memiliki hubungan yang erat dengan rekan-rekan setimnya. Bagi McKennie, Juventus bukan sekadar klub, melainkan rumah.
Bagi manajemen Juventus, mengamankan McKennie hingga 2030 adalah langkah strategis untuk menghindari kerugian finansial. Dengan kontrak sebelumnya yang hampir habis, Juventus berisiko kehilangan sang pemain secara cuma-cuma (free agent) di akhir musim. Dengan pembaruan ini, klub tidak hanya mengamankan jasa pemain berkualitas, tetapi juga menjaga nilai pasar sang pemain jika di masa depan ada klub lain yang ingin meminangnya.
Perpanjangan kontrak ini adalah bukti nyata dari kebangkitan karier Weston McKennie. Dari pemain yang hampir terlupakan, kini ia menjadi simbol stabilitas bagi Juventus. Dengan kontrak hingga 2030 dan gaji yang setara dengan kontribusinya, McKennie siap membawa Juventus kembali ke puncak kejayaan Serie A dan kompetisi Eropa. Bagi para pendukung Bianconeri, berita ini adalah suntikan semangat yang menegaskan bahwa klub tengah membangun fondasi yang kuat untuk masa depan.