Perkuat Misi Kemanusiaan: Yordania Siap Sokong Pengiriman Pasukan Indonesia ke Palestina

LOKERSEMARANG.CO.ID-Langkah Indonesia dalam mengupayakan stabilitas di tanah Palestina semakin mendapat dukungan kuat dari komunitas internasional. Dalam sebuah pertemuan diplomatik tingkat tinggi di Istana Basman, Amman, Kerajaan Yordania secara resmi menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke wilayah konflik tersebut.

Dukungan ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan bilateral dengan Raja Yordania, Abdullah II ibn Al Hussein. Fokus utama pembicaraan kedua pemimpin negara ini adalah mengenai eskalasi situasi di Tepi Barat dan Gaza, serta peran aktif Indonesia dalam misi internasional.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, yang turut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut, memberikan konfirmasi mengenai hasil positif pertemuan itu. Menurutnya, Yordania tidak hanya memberikan dukungan politis, tetapi juga siap membantu dalam aspek-aspek krusial di lapangan.

Sinergi Militer dan Teknis di Wilayah Konflik

Komitmen yang ditunjukkan oleh Raja Abdullah II merupakan angin segar bagi diplomasi Indonesia. Yordania, yang memiliki posisi geografis dan politis sangat strategis terhadap Palestina, menawarkan bantuan teknis militer guna memudahkan mobilitas pasukan Indonesia nantinya.

Bentuk dukungan ini sangat penting mengingat kompleksitas medan di Palestina. Sugiono menjelaskan bahwa koordinasi teknis militer akan dilakukan secara intensif agar kehadiran personel keamanan asal Indonesia dapat berfungsi optimal dalam menjaga stabilitas.

Partisipasi Indonesia ini rencananya akan berada di bawah naungan Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF). Keanggotaan Indonesia dalam ISF merupakan bentuk nyata dari janji konstitusi untuk ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.

Komitmen 8.000 Personel dan Kelompok Advance

Sebelum mendarat di Amman, Presiden Prabowo Subianto telah lebih dulu menegaskan kesiapan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Washington DC. Di hadapan para pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump, Prabowo menyatakan komitmen besar Indonesia.

Pemerintah Indonesia tidak main-main dalam misi ini. Setidaknya terdapat potensi pengiriman hingga 8.000 personel atau lebih, tergantung pada kebutuhan dinamika di lapangan. Langkah awal akan dimulai dengan pengiriman kelompok pendahulu (advance groups) dalam waktu dekat.

Estimasi waktu pengiriman kelompok pertama ini diprediksi akan terjadi dalam satu hingga dua bulan ke depan. Kehadiran pasukan ini diharapkan dapat mengawal proses gencatan senjata yang nyata dan berkelanjutan demi perlindungan warga sipil di Gaza dan Tepi Barat.

Lebih dari Sekadar Misi Militer: Kerja Sama Ekonomi

Pertemuan di Amman ternyata tidak hanya terbatas pada urusan keamanan. Hubungan antara Jakarta dan Amman terus diperluas ke ranah ekonomi dan investasi. Hal ini merupakan kelanjutan dari komunikasi yang telah dijalin sejak kunjungan Raja Abdullah II ke Jakarta pada akhir tahun 2025 lalu.

Raja Abdullah II secara khusus mengundang Indonesia untuk menanamkan modal di tiga sektor strategis di Yordania. Sektor-sektor tersebut meliputi pembangunan infrastruktur jalan tol, sistem pipanisasi gas, serta pengembangan jaringan logistik yang terintegrasi.

Langkah ini menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia di Timur Tengah kini dijalankan secara paralel antara misi kemanusiaan dan kepentingan ekonomi nasional. Follow-up atas pembicaraan ini dijadwalkan akan segera dilakukan oleh kementerian terkait guna merealisasikan potensi investasi yang ada.

Upaya Diplomasi Berkelanjutan di Timur Tengah

Setelah menyelesaikan agenda penting di Yordania, rombongan kepresidenan dijadwalkan melanjutkan perjalanan diplomatik ke Uni Emirat Arab (UEA). Rangkaian kunjungan ini mempertegas posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar yang aktif menyuarakan perdamaian dunia.

Kesiapan Yordania menjadi mitra strategis Indonesia di Palestina menjadi bukti bahwa kepemimpinan Indonesia di kancah internasional semakin diakui. Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak konkret bagi masyarakat Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.

Ke depan, koordinasi antara Jakarta, Amman, dan markas ISF akan terus diperketat. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap personel yang dikirim memiliki perlindungan hukum dan dukungan logistik yang memadai agar misi suci perdamaian ini dapat berjalan sesuai dengan harapan bangsa.

Artikel ditulis oleh: Mokhamad Abdul Hadi

Leave a Comment