LOKERSEMARANG.CO.ID – Kabar mengejutkan datang dari pasar komoditas logam mulia di Indonesia. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan yang cukup signifikan pada perdagangan hari ini. Bagi para investor yang terbiasa memantau pergerakan harga melalui laman resmi Logam Mulia, angka yang tertera menunjukkan koreksi yang cukup dalam dibandingkan hari sebelumnya.
Penurunan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku pasar, mengingat emas sering kali dianggap sebagai aset aman atau safe haven saat terjadi ketidakpastian ekonomi. Fluktuasi yang tajam seperti hari ini memicu berbagai respons, mulai dari kekhawatiran bagi pemilik aset hingga antusiasme bagi mereka yang sedang menunggu momen untuk masuk ke pasar.
Rincian Harga Emas Antam Terbaru
Berdasarkan pembaruan data terbaru, harga dasar emas Antam kini berada di level yang jauh lebih rendah. Penurunan ini tidak hanya terjadi pada pecahan satu gram, tetapi juga merata pada seluruh denominasi yang tersedia. Sebagai contoh, harga emas ukuran 1 gram yang menjadi acuan utama kini terkoreksi cukup dalam dari posisi penutupan terakhir.
Bagi Anda yang merencanakan pembelian dalam jumlah besar, pecahan 100 gram, 250 gram, hingga 1.000 gram juga mengalami penyesuaian harga yang membuat nilai investasinya menjadi lebih terjangkau saat ini. Penurunan ini secara otomatis mengubah kalkulasi aset bagi para kolektor emas yang melakukan pemantauan harian.
Satu hal yang tidak boleh luput dari perhatian adalah harga buyback atau harga beli kembali oleh Antam. Harga buyback hari ini juga mengalami penurunan selaras dengan harga jualnya. Harga ini merupakan patokan penting jika Anda berencana menjual kembali emas yang Anda miliki ke gerai Logam Mulia atau butik emas resmi lainnya.
Faktor Global dan Domestik yang Memengaruhi
Pergerakan harga emas di Indonesia tidak berdiri sendiri. Secara konteks, harga emas Antam sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: harga emas dunia dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Ketika bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan tertentu, hal itu biasanya langsung berdampak pada selera pasar terhadap emas secara global.
Selain faktor global, kondisi ekonomi domestik juga berperan. Jika nilai tukar Rupiah menguat secara signifikan terhadap Dolar, harga emas di pasar lokal cenderung akan turun meskipun harga emas dunia tetap stabil. Penurunan tajam hari ini kemungkinan besar merupakan akumulasi dari penguatan Rupiah serta lesunya permintaan emas di pasar internasional akibat beberapa data ekonomi yang lebih positif dari perkiraan.
Kondisi pasar komoditas memang sangat cair. Emas yang biasanya bersifat defensif terkadang harus mengalami fase konsolidasi atau penurunan teknis setelah mencapai level tertinggi tertentu dalam beberapa waktu terakhir.
Memahami Selisih Harga dan Pajak Pembelian
Dalam melakukan transaksi emas Antam, penting untuk diingat bahwa harga yang tercantum di media sering kali merupakan harga dasar sebelum pajak. Berdasarkan aturan yang berlaku, yakni PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22. Bagi pemegang NPWP, tarif pajak yang dikenakan adalah sebesar 0,45 persen, sementara bagi non-NPWP dikenakan tarif lebih tinggi, yaitu 0,9 persen.
Pajak ini harus diperhitungkan dalam rencana anggaran Anda agar tidak terjadi selisih saat melakukan pembayaran di kasir. Setiap transaksi pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22, yang menunjukkan bahwa transaksi tersebut telah sesuai dengan regulasi perpajakan di Indonesia.
Selain pajak, selisih antara harga jual dan harga beli kembali (spread) merupakan aspek krusial dalam investasi emas. Idealnya, emas merupakan investasi jangka panjang (minimal 5 hingga 10 tahun). Penurunan harga seperti hari ini mungkin terasa berat bagi investor jangka pendek, namun bagi investor jangka panjang, fluktuasi harian hanyalah bising kecil dalam tren pertumbuhan aset.
Strategi Investasi di Tengah Harga yang Ambruk
Penurunan harga emas hari ini bisa dipandang dari dua perspektif berbeda. Pertama, bagi mereka yang baru ingin memulai investasi, ini adalah jendela peluang untuk mendapatkan harga rata-rata yang lebih rendah. Strategi dollar cost averaging atau membeli secara rutin tanpa memedulikan harga sangat disarankan agar risiko fluktuasi dapat diminimalkan.
Kedua, bagi investor yang sudah memiliki emas di harga tinggi, momen penurunan ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan averaging down. Artinya, menambah kepemilikan di harga rendah agar rata-rata harga beli secara keseluruhan menjadi lebih kompetitif. Emas tetap menjadi instrumen paling solid untuk menjaga nilai kekayaan dari hantaman inflasi tahunan.
Pastikan Anda selalu membeli emas di tempat resmi untuk menjamin keaslian dan kemurnian produk. Emas Antam yang kini hadir dengan kemasan CertiCard memberikan perlindungan tambahan karena keasliannya dapat diverifikasi secara digital melalui aplikasi CertiEye.
Ke depan, pergerakan harga emas diprediksi masih akan tetap dinamis. Mengingat kondisi geopolitik dunia yang belum sepenuhnya stabil, emas tetap memiliki potensi besar untuk kembali menguat. Namun, untuk saat ini, pasar tampaknya sedang memberikan kesempatan bagi konsumen untuk “beristirahat” sejenak dari tren kenaikan harga yang melelahkan.