LOKERSEMARANG.CO.ID – Manchester United kembali berada di persimpangan jalan.
Setelah perpisahan dengan Ruben Amorim pada awal Januari 2026, sosok Michael Carrick kembali dipanggil untuk menjadi “pemadam kebakaran”. Namun, kali ini ceritanya berbeda. Carrick bukan sekadar pengisi kekosongan jangka pendek; ia sedang menjalani audisi terpanjang dalam karier manajerialnya untuk menjadi pelatih permanen Manchester United.
Hingga akhir Februari 2026, Carrick telah mencatatkan rekor yang sulit diabaikan. Dengan kemenangan terbaru 1-0 atas Everton lewat gol tunggal Benjamin Sesko, ia mempertahankan rekor tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan (termasuk masa jabatan singkatnya di tahun 2021). Namun, apakah hasil positif ini cukup untuk meyakinkan INEOS dan Sir Jim Ratcliffe?
Konsistensi dan Standar Baru di Bawah Carrick
Tugas utama yang diemban Carrick bukan sekadar memenangkan pertandingan, melainkan menghapus “budaya inkonsistensi” yang telah menjangkiti Old Trafford selama bertahun-tahun. Carrick telah membawa stabilitas dengan formasi 4-2-3-1 yang cair, memberikan kebebasan pada pemain kreatif seperti Bruno Fernandes, sembari menjaga kedisiplinan kolektif saat bertahan.
Kemenangan atas tim-tim besar seperti Manchester City, Arsenal, dan Tottenham Hotspur di awal tahun 2026 menunjukkan bahwa ia mampu meramu taktik untuk laga-laga krusial. Namun, tantangan sesungguhnya bagi calon manajer permanen adalah memastikan performa standar tetap tinggi saat menghadapi tim semenjana. Hasil imbang 1-1 melawan West Ham baru-baru ini menjadi pengingat bahwa penyakit lama United yaitu lengah melawan tim papan bawah yang masih mengintai.
Kualifikasi Liga Champions: Harga Mati
Bagi manajemen Manchester United, indikator kesuksesan paling nyata musim ini adalah tiket menuju Liga Champions. Legenda klub, Mikaƫl Silvestre, menyebutkan bahwa Carrick harus mempertahankan posisi empat besar jika ingin namanya masuk dalam pertimbangan serius di musim panas mendatang.
Saat ini, United duduk di peringkat keempat dengan 48 poin. Tekanan akan terus meningkat karena klub-klub seperti Aston Villa dan Tottenham terus menempel ketat. Keberhasilan finansial dan daya tarik klub bagi pemain bintang di bursa transfer musim panas 2026 sangat bergantung pada kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut. Jika Carrick gagal memberikan ini, peluangnya menjadi permanen dipastikan akan menipis, terlepas dari gaya main yang menarik.
Restrukturisasi Skuad dan Visi Jangka Panjang
Menjadi manajer permanen di Manchester United memerlukan lebih dari sekadar keahlian di pinggir lapangan; itu membutuhkan visi jangka panjang. Carrick harus membuktikan bahwa ia bisa menjadi mitra strategis bagi struktur olahraga baru di bawah INEOS.
Salah satu tantangan besar yang menanti di depan mata adalah regenerasi lini tengah. Dengan Casemiro yang mulai termakan usia dan kemungkinan akan dilepas di musim panas, siapapun pelatih permanen nantinya harus memiliki rencana jelas untuk mengisi lubang tersebut. Carrick, yang merupakan salah satu gelandang terbaik di eranya, diharapkan mampu mengidentifikasi dan mengembangkan bakat baru seperti yang ia lakukan saat memberikan menit bermain lebih banyak bagi Kobbie Mainoo dan mengasah insting tajam Benjamin Sesko.
Mendapatkan Kepercayaan Ruang Ganti
Keuntungan terbesar Carrick adalah ia mengenal DNA klub luar dalam. Ia dicintai oleh para staf dan dihormati oleh para pemain. Laporan dari Carrington menyebutkan bahwa atmosfer latihan kini jauh lebih positif dan “menyenangkan” dibandingkan bulan-bulan terakhir era sebelumnya.
Namun, pengamat sepak bola seperti Roy Keane tetap memberikan peringatan keras. Keane menilai bahwa menjadi pelatih interim yang dicintai berbeda dengan menjadi manajer permanen yang harus mengambil keputusan-keputusan kejam demi kemajuan klub. Carrick harus menunjukkan sisi otoritasnya, bukan hanya sisi sentimental sebagai legenda klub.
Audisi Hingga Akhir Musim
Michael Carrick telah melakukan semua yang diminta darinya sejauh ini. Ia menstabilkan kapal yang oleng, memperbaiki pertahanan, dan memberikan hasil yang memuaskan para penggemar. Namun, manajemen United dilaporkan masih memantau kandidat lain, termasuk nama-nama besar yang saat ini masih menangani tim nasional menjelang Piala Dunia 2026.
Nasib Carrick akan ditentukan dalam tiga bulan ke depan. Setiap sesi latihan, setiap konferensi pers, dan setiap menit di lapangan adalah bagian dari proses wawancara kerja yang paling melelahkan di dunia sepak bola. Jika ia mampu menjaga United di empat besar dan terus mengembangkan pemain muda, akan sangat sulit bagi Sir Jim Ratcliffe untuk berpaling ke nama lain.