Samsung Galaxy A57 5G: Spesifikasi Lengkap, Kelebihan Kekurangan, Tanggal Rilis 2026, dan Review dari Reviewer Ternama

LOKERSEMARANG.CO.ID – Samsung terus mengukuhkan dominasinya di segmen mid-range dengan Galaxy A57 5G, ponsel yang diantisipasi sebagai penerus Galaxy A56.

Berdasarkan bocoran dan sertifikasi resmi seperti TENAA serta IMDA, perangkat ini diharapkan membawa upgrade signifikan pada performa dan desain, sambil menjaga harga kompetitif. Dirilis secara global pada Maret 2026, Galaxy A57 5G kemungkinan akan tiba di Indonesia sekitar akhir Maret atau awal April 2026, mengikuti pola peluncuran seri A sebelumnya.

Di Indonesia, ponsel ini telah lolos sertifikasi TKDN, menandakan kesiapan untuk pasar lokal dengan dukungan 5G penuh. Harga diperkirakan mulai dari Rp5-6 juta, bersaing dengan rival seperti Google Pixel 8a atau Nothing Phone (2a).

Artikel ini menyajikan analisis mendalam berdasarkan data dari sumber terpercaya seperti GSMArena, SamMobile, PhoneArena, serta reviewer Indonesia seperti kanal YouTube BeritaTekno_ID dan NetralNews. Kami akan mengeksplorasi spesifikasi, kelebihan, kekurangan, serta opini ahli, termasuk implikasi untuk pengguna harian, gamer, dan profesional di tengah tren 5G yang semakin matang.


Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A57 5G

Galaxy A57 5G mengusung desain premium dengan bodi tipis 6.9mm dan bobot sekitar 182 gram, membuatnya nyaman untuk penggunaan lama tanpa mengorbankan durabilitas. Materialnya terdiri dari Gorilla Glass Victus+ di depan dan belakang, dipadukan frame aluminum, serta rating IP67 untuk ketahanan terhadap debu dan air hingga 1 meter selama 30 menit—fitur jarang di kelas mid-range.

Layar Super AMOLED 6.7 inci dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel), refresh rate 120Hz, HDR10+, dan kecerahan puncak hingga 1900 nits memastikan visual tajam dan responsif, ideal untuk streaming atau gaming di luar ruangan.

Performa ditenagai chipset Exynos 1680 (6nm) dengan GPU Xclipse 550 berbasis AMD RDNA 3.5, yang diklaim dua kali lebih kuat dari pendahulunya untuk tugas grafis berat seperti editing video atau game seperti Genshin Impact. Varian RAM 6GB atau 8GB (beberapa rumor menyebut 12GB) dipasangkan dengan storage 128GB atau 256GB UFS, tanpa slot microSD—pilihan kontroversial yang mendorong pengguna ke cloud storage.

Kamera belakang triple: sensor utama 50MP (f/1.8) dengan OIS dan PDAF untuk stabilitas, 13MP ultrawide (123°), serta 5MP macro untuk close-up. Kamera depan 12MP mendukung 4K@30fps dengan 10-bit HDR, cocok untuk vlogging atau video call. Baterai 5000mAh dengan fast charging 45W wired (tanpa wireless) menjanjikan daya tahan hingga dua hari penggunaan normal, meski tanpa charger dalam kotak.

Sistem operasi Android 16 dengan One UI 8 out-of-the-box, didukung hingga 6 tahun update OS dan keamanan—mungkin lebih jika Samsung mengikuti tren flagship. Konektivitas mencakup 5G SA/NSA, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, NFC (tergantung region), dan USB-C 2.0.

Fitur tambahan: speaker stereo, sensor sidik jari under-display optical, accelerometer, gyro, serta virtual proximity sensing. Warna tersedia: Black dan varian lain seperti Green atau Blue, dengan dukungan dual SIM + eSIM.


Kelebihan Samsung Galaxy A57 5G

Galaxy A57 5G unggul dalam performa mid-range premium, terutama GPU Xclipse 550 yang menawarkan gaming mulus tanpa overheat, seperti disebutkan SamMobile yang memprediksi “boost signifikan untuk tugas intensif.” Desain slim dan IP67 membuatnya tahan banting untuk pengguna aktif, sementara layar AMOLED cerah ideal untuk konten HDR di cuaca tropis Indonesia.

Dukungan software panjang hingga 2032 mengurangi e-waste, nilai tambah untuk konsumen sadar lingkungan. Baterai efisien dengan charging cepat memungkinkan pengisian 0-50% dalam 20 menit, plus kamera utama 50MP yang kompetitif untuk foto low-light.

Di Indonesia, fitur 5G full-band mendukung jaringan Telkomsel atau XL, sementara harga kompetitif membuatnya value-for-money dibanding kompetitor Cina. Reviewer seperti PhoneArena menyoroti “upgrade inkremental tapi solid,” termasuk bezel lebih tipis berkat panel CSOT. Secara keseluruhan, ini ponsel future-proof untuk multitasking, dengan edge cases seperti travel di area basah atau gaming maraton.


Kekurangan Samsung Galaxy A57 5G

Meski menjanjikan, Galaxy A57 punya keterbatasan. Absennya slot microSD memaksa pengguna bergantung pada storage internal, potensi masalah bagi penyuka foto/video berukuran besar. Kamera macro 5MP dianggap “filler” oleh ahli seperti SamMobile, yang berharap diganti telephoto untuk zoom optik—kekurangan umum di mid-range.

Tidak ada wireless charging atau reverse charging, fitur yang sudah ada di rival seperti Redmi Note 15 Pro. Desain mirip pendahulunya mungkin terasa kurang inovatif, meski lebih tipis. Di benchmark awal, Exynos 1680 mungkin kalah efisien dari Snapdragon di kompetitor, berpotensi drain baterai lebih cepat saat 5G aktif.

Harga launch tinggi bisa jadi barrier di Indonesia, di mana inflasi memengaruhi daya beli—seperti dikritik user GSMArena yang bilang “terlalu mahal untuk mid-range.” Selain itu, no 3.5mm jack memaksa pengguna ke adapter, dan varian RAM dasar 6GB mungkin lag di multitasking berat.


Review dari Para Ahli di Indonesia dan Dunia

Karena belum resmi rilis, review berdasarkan leaks dan hands-on awal. GSMArena memberikan spek detail, memuji IP67 dan layar sebagai “upgrade layak,” tapi kritik no card slot.

SamMobile, oleh editor Abhijeet Mishra, menekankan Exynos 1680 sebagai “highlight,” dengan prediksi performa gaming 2x lebih baik, ideal untuk pasar berkembang seperti Indonesia. PhoneArena soroti delay rilis ke Maret 2026, tapi apresiasi harga stabil sekitar $499 global, dengan upgrade kamera dan bezel tipis.

Di YouTube dunia, video seperti “Samsung Galaxy A57 5G: OFFICIAL | Full Phone Specifications Confirmed!” memuji desain slim sebagai “breakthrough mid-range.”

Di Indonesia, kanal Berita Tekno_ID dalam “SAMSUNG GALAXY A57 5G Ternyata seTIPIS dan seRINGAN ini!!” memuji bobot ringan dan ketipisan sebagai keunggulan untuk mobilitas, dengan skor potensial 8.5/10 untuk value. NetralNews dalam review bocoran sebut layar AMOLED “memukau” untuk warna hidup, tapi sarankan tunggu harga resmi karena persaingan ketat dengan Oppo Reno12.

Reddit user di r/Android bilang “good software support and battery,” tapi kritik harga launch. Konsensus: Solid untuk mid-range, tapi pertimbangkan kebutuhan storage dan kamera.


Kesimpulan

Samsung Galaxy A57 5G, dirilis Maret 2026, menawarkan keseimbangan antara inovasi dan kepraktisan di segmen mid-range. Spesifikasi seperti Exynos 1680 dan layar AMOLED membuatnya kompetitif, meski kekurangan seperti no microSD perlu dipertimbangkan. Cocok untuk pengguna yang prioritas performa jangka panjang, tapi bandingkan dengan alternatif jika butuh fleksibilitas lebih. Di tengah evolusi 5G, ponsel ini bisa jadi pilihan utama di Indonesia, asal harga tepat.

Leave a Comment