Samsung Galaxy A07: Spesifikasi Lengkap, Kelebihan, Kekurangan, dan Review dari Para Ahli di Indonesia serta Dunia

LOKERSEMARANG.CO.ID – Samsung terus memperkuat posisinya di segmen smartphone budget dengan meluncurkan Galaxy A07 pada Agustus 2025.

Ponsel ini dirilis secara resmi pada 25 Agustus 2025 di Indonesia sebagai model 4G, sementara varian 5G menyusul pada Januari 2026. Sebagai penerus Galaxy A06, Galaxy A07 menargetkan pengguna yang mencari perangkat andal dengan harga terjangkau, mulai dari Rp1,4 juta.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam spesifikasi, kelebihan, kekurangan, serta pendapat dari reviewer ternama seperti GSMArena, SamMobile, YugaTech, dan reviewer lokal seperti Jagat Review (meskipun konten spesifik terbatas), berdasarkan data terkini dari sumber terpercaya.

Pembahasan ini mencakup konteks pasar global dan Indonesia, di mana persaingan ketat dengan merek seperti Redmi dan Tecno membuat Galaxy A07 harus menonjol melalui dukungan software jangka panjang.


Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A07

Samsung Galaxy A07 hadir dengan desain ramping berukuran 167.4 x 77.4 x 7.6 mm dan bobot 184 gram, membuatnya nyaman digenggam seharian. Layarnya berukuran 6.7 inci dengan resolusi HD+ (720 x 1600 piksel) dan refresh rate 90Hz, yang menjanjikan pengalaman scrolling lebih halus dibandingkan pendahulunya.

Panel PLS LCD ini mendukung kecerahan hingga 800 nits, cocok untuk penggunaan outdoor di bawah sinar matahari terik, meskipun tidak setajam layar AMOLED pada model premium.

Di sektor performa, ponsel ini ditenagai chipset MediaTek Helio G99 (6nm), prosesor octa-core dengan clock speed hingga 2.2 GHz. Varian RAM tersedia dalam 4GB, 6GB, atau 8GB, dipadukan dengan storage internal 64GB, 128GB, atau 256GB yang bisa diekspansi hingga 2TB via microSDXC.

Ini memungkinkan multitasking ringan seperti browsing, media sosial, dan gaming kasual tanpa lag berat. Sistem operasi Android 15 dengan antarmuka One UI 8 menjadi nilai jual utama, didukung hingga 6 generasi upgrade OS dan 6 tahun update keamanan—jarang ditemui di kelas harga ini.

Untuk fotografi, kamera belakang terdiri dari sensor utama 50MP (f/1.8) dengan PDAF, didampingi 2MP macro untuk close-up. Kamera depan 13MP (beberapa sumber menyebut 8MP, tapi mayoritas konfirmasi 13MP) mendukung selfie dan video call. Kedua kamera bisa merekam video 1080p@30fps, dengan fitur stabilisasi EIS untuk mengurangi guncangan.

Baterai 5000mAh dengan fast charging 25W memastikan daya tahan hingga dua hari penggunaan normal, meskipun charger tidak termasuk dalam kotak—Samsung menyertakan bonus adapter 25W saat peluncuran di Indonesia.

Fitur lain mencakup IP54 rating untuk ketahanan debu dan cipratan air, dual SIM, konektivitas 4G LTE (tanpa 5G pada model awal), Wi-Fi 5, Bluetooth 5.3, dan sensor sidik jari di sisi. Warna tersedia: Black, Green, dan Light Violet.

Harga di Indonesia mulai dari Rp1.399.000 untuk 4/64GB hingga Rp2.299.000 untuk 8/256GB, sementara di pasar global setara sekitar USD 86-140, tergantung varian.


Kelebihan Samsung Galaxy A07

Galaxy A07 unggul dalam aspek durabilitas dan dukungan jangka panjang. Reviewer dari SamMobile memuji komitmen Samsung dengan 6 tahun update, yang membuat ponsel ini “future-proof” untuk pengguna budget. Ini berarti pengguna bisa menikmati fitur Android baru hingga 2031, mengurangi kebutuhan ganti ponsel sering.

Baterai besar dan charging cepat menjadi poin plus, seperti disebutkan YugaTech, yang menyebutnya “awet untuk multitasking sehari-hari.” Layar 90Hz memberikan pengalaman visual lebih responsif, ideal untuk streaming Netflix atau TikTok.

Di Indonesia, IP54 berguna untuk cuaca tropis, dan ekspansi storage hingga 2TB cocok bagi penyuka foto/video. Reviewer YouTube seperti channel OVR menyebut performa Helio G99 cukup kompetitif vs Redmi 15C, dengan skor benchmark AnTuTu sekitar 350.000. Secara keseluruhan, ini ponsel value-for-money untuk pemula atau secondary device.


Kekurangan Samsung Galaxy A07

Meski menarik, Galaxy A07 punya keterbatasan. Resolusi HD+ dianggap kurang tajam oleh GSMArena, terutama untuk konten multimedia dibanding FHD pada kompetitor. Tanpa 5G pada model 4G, ponsel ini kurang siap untuk jaringan masa depan, seperti dicatat TechnoBaboy—meskipun varian 5G hadir kemudian.

Kamera performanya standar; reviewer dari Gadgets360 menyebut hasil foto malam hari noisy dan kurang detail. Tidak ada wireless charging atau stereo speaker, yang bisa jadi deal-breaker bagi sebagian.

Di Indonesia, persaingan dengan Tecno Spark 40 yang punya spesifikasi mirip tapi harga lebih rendah membuat Galaxy A07 harus bergantung pada brand loyalty Samsung. Selain itu, RAM 4GB pada varian dasar mungkin lag saat multitasking berat, seperti gaming PUBG di setting tinggi.


Review dari Para Ahli

Reviewer global seperti GSMArena memberikan rating 7.5/10, memuji desain slim dan baterai, tapi kritik resolusi layar. SamMobile menyebutnya “ponsel termurah Samsung 2025 dengan spesifikasi layak,” ideal untuk pasar berkembang.

YugaTech dan TechnoBaboy di Filipina (mirip konteks Indonesia) menyoroti harga kompetitif dan bonus charger, dengan skor 8/10 untuk value.

Di YouTube, reviewer seperti “Samsung Galaxy A07 Review – Is it worth buying?” dari channel dengan view tinggi bilang worth it untuk budget di bawah $100, terutama di Nigeria/India, tapi sarankan upgrade RAM.

Lokal Indonesia, meski Jagat Review belum punya ulasan lengkap, diskusi di forum seperti Selular.id menekankan ketahanan untuk pengguna harian. Secara umum, konsensus: bagus untuk entry-level, tapi pertimbangkan kebutuhan 5G.


Kesimpulan

Samsung Galaxy A07 adalah pilihan solid bagi yang mencari smartphone budget dengan dukungan panjang. Dirilis Agustus 2025, ponsel ini menyeimbangkan spesifikasi dasar dengan fitur premium seperti IP54 dan update OS.

Namun, kekurangan seperti layar HD+ dan absen 5G membuatnya lebih cocok untuk pengguna kasual. Jika budget terbatas, ini bisa jadi investasi jangka panjang; jika tidak, lihat varian 5G atau kompetitor.

Leave a Comment