LOKERSEMARANG.CO.ID – Huawei kembali menggebrak pasar wearable dengan peluncuran Huawei Band 11 Pro, smartband yang menjanjikan fitur premium di segmen budget.
Dirilis secara global pada 26 Februari 2026 di acara “Innovative Product Launch” Huawei di Madrid, Spanyol, perangkat ini sudah mulai tersedia di beberapa negara Asia seperti Filipina dan Indonesia sejak akhir Februari 2026. Di Indonesia, Huawei Band 11 Pro resmi diluncurkan pada 19 Februari 2026, dengan harga mulai dari Rp799.000 untuk varian dasar.
Sebagai penerus Huawei Band 10, model Pro ini menargetkan pengguna aktif olahraga dan pemantau kesehatan harian, bersaing ketat dengan kompetitor seperti Xiaomi Smart Band 10 dan Fitbit Charge 6.
Berdasarkan data dari sumber terpercaya seperti GSMArena, Gizmochina, dan reviewer lokal seperti Jagat Review serta Kompas Tekno, artikel ini akan membahas spesifikasi detail, kelebihan, kekurangan, serta opini para ahli. Dengan fokus pada inovasi seperti layar AMOLED super cerah dan GPS built-in, Huawei Band 11 Pro diprediksi menjadi pilihan value-for-money di tahun 2026.
Spesifikasi Lengkap Huawei Band 11 Pro
Huawei Band 11 Pro mengadopsi desain ramping dengan bodi aluminium alloy atau titanium yang ringan, berat hanya sekitar 14 gram tanpa strap (51 gram total). Dimensinya 44.5 x 24.7 x 9.9 mm membuatnya nyaman dipakai seharian, dengan strap fluoroelastomer yang bisa diganti.
Layar menjadi highlight utama: panel AMOLED 1.62 inci dengan resolusi 286 x 482 piksel (347 PPI), refresh rate 60Hz, dan kecerahan maksimal hingga 2.000-3.000 nits—27% lebih besar dan cerah dibandingkan Band 10. Ini memastikan visibilitas optimal di bawah sinar matahari terik, ideal untuk aktivitas outdoor.
Di sektor performa, smartband ini ditenagai prosesor low-power dengan sensor 9-axis IMU (accelerometer, gyroscope, magnetometer), ditambah GNSS positioning (built-in GPS) untuk pelacakan rute akurat tanpa ponsel.
Fitur kesehatan mencakup pemantauan detak jantung 24/7, SpO2 (oksigen darah), sleep tracking dengan analisis apnea, stress monitoring, pulse wave arrhythmia analysis, dan emotional wellbeing management. Ada lebih dari 100 mode olahraga, termasuk running, cycling, swimming, dengan dukungan 5 ATM water resistance (tahan hingga 50 meter) dan rating IP67 untuk debu serta cipratan air.
Baterai 300 mAh menjanjikan daya tahan hingga 14 hari dalam mode power-saving, 10 hari penggunaan normal, atau 8 hari dengan penggunaan intensif—didukung fast charging yang mengisi penuh dalam 45 menit. Konektivitas meliputi Bluetooth 5.3, kompatibel dengan Android 8.0+ dan iOS 13.0+, melalui app Huawei Health.
Fitur tambahan: notifikasi panggilan/SMS, kontrol musik, weather update, guided breathing exercises, dan daily health reports. Warna tersedia: Black, Green, Blue. Di Indonesia, varian Pro ini dibedakan dari Band 11 reguler dengan GPS dan fitur olahraga lebih advance.
Kelebihan Huawei Band 11 Pro
Huawei Band 11 Pro unggul dalam aspek nilai uang, terutama untuk pengguna budget yang mencari fitur smartwatch-like. Layar AMOLED besar dan cerah menjadi poin plus utama, seperti disebutkan Gizmochina yang memuji visibilitas outdoor hingga 3.000 nits, membuatnya kompetitif dengan wearable premium.
Battery life luar biasa hingga 14 hari mengalahkan banyak kompetitor, ideal untuk traveler atau atlet yang lupa charge. Built-in GPS adalah upgrade signifikan, memungkinkan tracking mandiri tanpa HP—fitur jarang di smartband di bawah Rp1 juta. Health monitoring lengkap, termasuk arrhythmia detection dan sleep apnea analysis, memberikan data akurat untuk pencegahan penyakit.
Di Indonesia, reviewer seperti Jagat Review menyoroti desain slim yang mirip smartwatch, dengan UI intuitif dan animasi halus, plus water resistance 5 ATM yang aman untuk renang. Secara keseluruhan, ini perangkat future-proof dengan update software Huawei yang konsisten, cocok untuk pemula hingga pro athlete.
Kekurangan Huawei Band 11 Pro
Meski menjanjikan, Huawei Band 11 Pro punya keterbatasan. Tidak ada NFC untuk pembayaran contactless, yang bisa jadi minus bagi pengguna urban. Layar tanpa always-on display full-time mungkin mengganggu, meskipun hemat baterai.
GSMArena mencatat desain masih mirip pendahulunya, kurang inovatif secara visual dibandingkan kompetitor seperti Samsung Galaxy Fit3. Battery drop cepat saat GPS aktif (turun ke 4-5 hari), dan app Huawei Health kadang lambat sync di iOS. Di sisi olahraga, mode tracking kurang detail untuk olahraga ekstrem seperti hiking tinggi.
Reviewer Kompas Tekno menyebut varian Pro lebih mahal daripada Band 11 reguler, tapi fitur ekstra seperti GPS mungkin overkill untuk pengguna kasual. Selain itu, ketersediaan strap pengganti terbatas di pasar lokal, dan tanpa speaker built-in, panggilan hanya via notifikasi—bukan full calling seperti smartwatch premium.
Review dari Para Ahli
Reviewer dunia seperti Gizmochina memberikan nilai tinggi untuk specs leak awal, menyebutnya “upgrade besar dengan harga €50-70 yang terjangkau,” ideal untuk pasar berkembang seperti Indonesia. Notebookcheck memuji titanium body dan 14 hari baterai, tapi sarankan tunggu full review untuk akurasi GPS. Gadgets360 menekankan emotional wellbeing features sebagai inovasi, dengan skor potensial 8/10 untuk value.
Di YouTube, channel seperti “Review Huawei Band 11 | 500 Ribuan tapi Semakin Mirip dengan Smartwatch?” dari reviewer Indonesia memuji layar lega dan fitur mirip smartwatch, dengan komentar user yang bilang “upgrade worth it dari Band 10.” Jagat Review lokal memberikan ulasan positif, menyebutnya “smartband terbaik 2026” dengan harga irit tapi fitur melimpah, meski kritik minim pada sync lambat.
YugaTech (Filipina, mirip konteks Indonesia) soroti GNSS untuk olahraga, dengan rating 4.5/5 untuk budget user. Konsensus: Bagus untuk daily use, tapi tunggu update jika butuh NFC.
Kesimpulan
Huawei Band 11 Pro, dirilis 26 Februari 2026 secara global dan 19 Februari di Indonesia, adalah smartband hybrid yang mendekati smartwatch dengan harga terjangkau.
Spesifikasi seperti layar AMOLED cerah, GPS, dan baterai panjang membuatnya unggul, meski kekurangan NFC dan desain standar. Cocok untuk fitness enthusiast atau pemantau kesehatan harian, ini bisa jadi investasi pintar di tengah persaingan wearable 2026. Jika mencari alternatif, bandingkan dengan Xiaomi Band 10 untuk fitur serupa.