LOKERSEMARANG.CO.ID – Pasar logam mulia domestik menunjukkan pergerakan yang menarik pada pertengahan Februari 2026.
Berdasarkan data resmi dari laman LogamMulia.com, harga emas batangan bersertifikat Antam pada tanggal 11 Februari 2026 tercatat mengalami penurunan sebesar Rp7.000 per gram. Dengan koreksi ini, harga jual emas Antam kini berada di level Rp2.947.000 per gram, turun dari posisi sebelumnya yang sempat menyentuh angka psikologis Rp2.954.000.
Penurunan ini menjadi sorotan para pelaku pasar, mengingat dinamika emas global dan nilai tukar domestik sedang berada dalam posisi yang fluktuatif namun saling memengaruhi secara kontradiktif.
Detail Harga Buyback dan Selisih (Spread)
Tidak hanya harga jual, harga pembelian kembali atau buyback oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga mengalami penurunan dengan besaran yang sama, yakni Rp7.000. Harga buyback kini dipatok pada angka Rp2.741.000 per gram.
Hal ini menyebabkan selisih (spread) antara harga jual dan harga buyback mencapai Rp206.000 per gram. Bagi investor jangka pendek, spread ini menjadi poin krusial yang perlu diperhatikan, karena keuntungan baru akan dirasakan jika kenaikan harga emas telah melampaui selisih biaya tersebut.
Namun, bagi investor jangka panjang, penurunan ini sering kali dipandang sebagai momen “diskon” untuk menambah portofolio investasi mereka.
Analisis Penyebab: Dominasi Faktor Lokal
Meskipun harga emas dunia menunjukkan tren yang relatif stabil, penyebab utama koreksi harga emas Antam kali ini berasal dari faktor domestik, yaitu penguatan nilai tukar Rupiah.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kurs Rupiah terhadap Dolar AS ditutup menguat di posisi Rp16.786, naik 25 poin atau sekitar 0,15% dari posisi sebelumnya di Rp16.811. Dalam mekanisme penentuan harga emas lokal, penguatan mata uang Garuda memiliki dampak langsung yang signifikan.
Karena harga emas internasional dipatok dalam Dolar AS (USD), penguatan Rupiah menyebabkan biaya konversi emas ke dalam mata uang lokal menjadi lebih murah. Inilah yang menekan harga jual emas batangan di gerai-gerai Logam Mulia meski harga spot dunia sedang naik.
Dinamika Emas Global dan Sentimen Geopolitik
Di pasar internasional, emas spot sebenarnya menunjukkan performa yang cukup tangguh dengan kenaikan tipis 0,34% ke level US$5.042,49 per troy ounce. Ada beberapa faktor yang menjaga harga emas global tetap di level tinggi:
-
Ketegangan Geopolitik: Konflik yang belum mereda di beberapa titik dunia terus mendorong investor untuk beralih ke aset aman (safe haven).
-
Pembelian Bank Sentral: Banyak bank sentral dunia masih terus menambah cadangan emas mereka sebagai langkah diversifikasi dari ketergantungan terhadap Dolar AS.
-
Kebijakan The Fed: Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga oleh Bank Sentral AS (The Fed) semakin kuat menyusul data penjualan ritel AS yang melemah. Suku bunga yang lebih rendah secara teori akan membuat emas—yang tidak memberikan imbal hasil bunga—menjadi lebih menarik.
Namun, penguatan harga global ini tertutup oleh koreksi teknis yang terjadi sejak awal Februari 2026. Setelah mengalami reli besar-besaran pada Januari 2026, harga emas dunia sempat turun hingga 4% akibat aksi ambil untung (profit taking) oleh para investor besar.
Perbedaan Harga di Pegadaian
Menariknya, harga emas di gerai retail lain seperti Pegadaian menunjukkan anomali dengan harga yang terpantau lebih tinggi, yakni mencapai Rp3.250.000 per gram. Perbedaan yang cukup mencolok ini disebabkan oleh beberapa faktor distribusi, biaya penyimpanan, serta kebijakan markup yang berbeda antar perusahaan retail emas.
Hal ini menegaskan pentingnya bagi investor untuk selalu membandingkan harga di berbagai platform resmi sebelum melakukan transaksi.
Kesimpulan dan Strategi Investasi
Penurunan harga emas Antam pada 11 Februari 2026 merupakan cerminan dari kuatnya pengaruh nilai tukar Rupiah dibandingkan sentimen global untuk saat ini.
Bagi masyarakat Indonesia, tren ini memberikan peluang bagi mereka yang ingin mulai menabung emas atau melakukan strategi average down (membeli saat harga turun untuk memperkecil rata-rata biaya investasi).
Para analis memprediksi bahwa emas akan tetap menjadi instrumen perlindungan nilai yang unggul di tahun 2026, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Data dari sumber terpercaya seperti Bisnis.com dan LogamMulia.com menyarankan agar investor tetap waspada terhadap fluktuasi harian dan tetap fokus pada tujuan keuangan jangka panjang.